Cara termudah untuk memeriksakan diri Anda untuk kanker usus

Diagnosis mandiri kanker usus terutama dilakukan melalui presentasi klinis, tetapi metode ini memiliki referensi yang terbatas. Kombinasi metode lain diperlukan untuk diagnosis. Ada banyak jenis kanker usus, sekarang kita ambil contoh kanker usus besar yang umum terjadi pada saluran pencernaan. Kanker usus besar stadium awal seringkali tidak memiliki gejala spesifik, tetapi pada stadium lanjut, terdapat gejala-gejala berikut ini: peningkatan frekuensi buang air besar, diare, konstipasi, darah, lendir atau nanah pada tinja, nyeri yang tidak jelas, massa abdomen, gejala obstruksi usus: perut kembung, konstipasi, perut kembung, dan nyeri kolik paroksismal. Gejala sistemik: anemia, kelesuan, kelelahan, dll. Selain gejala klinis, metode diagnostik berikut ini harus digabungkan: kolonoskopi, biopsi patologis lesi yang ditemukan di bawah mikroskop, lebih mudah didiagnosis. Ultrasonografi dan CT sangat membantu untuk mengetahui apakah ada metastasis atau tidak, dan barium enema sinar-X sangat penting untuk diagnosis kanker usus besar. Karena umumnya tidak ada gejala khusus pada stadium awal kanker usus, maka untuk meningkatkan keakuratan diagnosis, perlu mengintegrasikan berbagai metode diagnostik, untuk mencapai deteksi dini, diagnosis dini dan pengobatan dini.