Testis remaja laki-laki umumnya mulai berkembang antara usia 10 dan 14 tahun, dan struktur spesifiknya terdiri dari tubulus seminiferus dengan jaringan ikat di sekitarnya, yang fungsi utamanya adalah memproduksi spermatozoa dan mengeluarkan androgen. Saat memasuki masa pubertas, testis dan skrotum membesar dengan cepat, dan panjang serta kelengkungan tubulus seminiferus meningkat dengan cepat. Struktur testis mengalami perubahan yang signifikan, dan lumen tubulus seminiferus, yang secara bertahap terhubung ke jaringan testis dan tubulus keluaran, mulai muncul. Saat spermatogonia diaktifkan, mereka mulai meiosis dan berkembang biak menjadi spermatogonia dari semua tahap. Saat sel mesenkim berubah menjadi tipe dewasa, mereka mulai mengeluarkan androgen, dan karakteristik seksual sekunder seperti pertumbuhan penis, penebalan, pertumbuhan jenggot dan rambut ketiak, dan suara yang lebih rendah mulai muncul. Kelenjar vesikula seminalis dan kelenjar prostat juga menjadi matang seiring dengan perkembangan testis dan mulai mengeluarkan cairan, dan spermatozoa secara bertahap diproduksi.