Penyakit apa yang merupakan prekursor dimer tinggi?

Secara klinis, dimer umumnya disebut sebagai D-dimer, dan peningkatannya dapat dilihat sebagai prekursor sejumlah gangguan hematologi, tumor ganas, trombosis, dan penyakit lainnya. Peningkatan D-dimer umumnya terlihat pada koagulasi intravaskular diseminata, leukemia promyelositik akut, dan tromboemboli paru. Nilai D-dimer juga meningkat ketika terjadi perdarahan pada organisme. Tes uji D-dimer plasma adalah tes skrining yang umum digunakan dalam praktik klinis untuk mencerminkan aktivitas sistem fibrinolitik tubuh. Tes ini memiliki sensitivitas tinggi dan spesifisitas rendah, yang berarti bahwa peningkatannya tidak menentukan bahwa penyakit itu pasti ada, tetapi pengukuran normal dapat menyingkirkan penyakit seperti trombosis vena dalam atau emboli paru. Diagnosis penyakit-penyakit ini memerlukan kombinasi hasil tes tambahan lainnya dan penilaian lebih lanjut oleh dokter.