Neuron otak memiliki penembakan, dan aktivitas EEG normal sangat lemah, pada tingkat sinyal elektrofisiologi milivolt atau bahkan mikrovolt, dan bahkan lebih lemah lagi setelah pelemahan melalui tengkorak dan kulit kepala. Sinyal EEG yang direkam pada kulit kepala perlu diperkuat jutaan kali oleh amplifier untuk ditampilkan, sehingga menjadi informasi EEG yang dibutuhkan oleh klinisi. Karena ada banyak jenis kejang, masing-masing dengan manifestasi yang berbeda, EEG modern dilengkapi dengan pemantauan video definisi tinggi secara simultan untuk memantau pasien dalam jangka waktu yang lama. Setelah pasien mengalami kejang, praktisi EEG yang berpengalaman dapat membuat diagnosis yang benar berdasarkan manifestasi kejang yang ditangkap video yang digabungkan dengan EEG bersamaan. EEG adalah salah satu tes yang paling dasar dan penting bagi pasien epilepsi. Pemeriksaan ini berperan penting dalam menegakkan diagnosis epilepsi, mengidentifikasi jenis kejang dan sindrom epilepsi, menemukan fokus epileptogenik sebelum dan selama pembedahan, serta menilai hasil pengobatan setelah pembedahan. Tergantung pada evolusi kondisi dan kebutuhan klinis, banyak pasien yang mungkin memerlukan beberapa EEG.