Manifestasi klinis sindrom nefrotik meliputi proteinuria masif (>3,5 g/d), hipoproteinemia (<30 g/L), edema dan/atau hiperlipidemia yang jelas. 1. Proteinuria masif: pasien dengan fungsi filtrasi glomerulus yang tidak normal, yang mengakibatkan peningkatan kandungan protein dalam urin asli, ketika peningkatannya secara signifikan melebihi jumlah reabsorpsi tubulus proksimal, maka akan terjadi proteinuria masif. Atas dasar ini, faktor apa pun yang meningkatkan tekanan glomerulus dan menyebabkan perfusi tinggi dan filtrasi tinggi (seperti hipertensi, diet tinggi protein atau transfusi protein plasma dalam jumlah besar) dapat memperburuk ekskresi protein urin. 2. Hipoalbuminaemia: Dengan hilangnya sejumlah besar albumin dari urin, sintesis kompensasi albumin hati meningkat, dan ketika peningkatan sintesis albumin hati tidak mencukupi untuk mengatasi kehilangan dan katabolisme, maka terjadilah hipoalbuminaemia. Selain itu, pasien dengan oedema mukosa saluran cerna yang memengaruhi nafsu makan, asupan protein yang tidak memadai, malabsorpsi, dan lain-lain, juga akan memperburuk hipoalbuminaemia. 3. Oedema: Ketika pasien mengalami hipoalbuminemia, tekanan osmotik koloid plasma menurun, menyebabkan air masuk ke dalam ruang interstisial jaringan dari lumen pembuluh darah, yang mengakibatkan oedema. 4. Hiperlipidemia: Hiperlipidemia terjadi apabila terjadi peningkatan sintesis lipoprotein oleh hati pasien dan penurunan pemecahan lipoprotein. Jika Anda memiliki manifestasi klinis di atas, silakan pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk berkonsultasi dengan dokter profesional untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang jelas.