Sesak napas dapat disebabkan oleh olahraga berat, asma, penyakit paru obstruktif kronik, gagal jantung, angina pektoris, hipoglikemia, dan penyebab lainnya. 1. Olahraga berat: Setelah berolahraga berat, konsumsi oksigen jaringan dan sel tubuh meningkat secara dramatis, sehingga secara fisiologis akan meningkatkan laju pernapasan untuk memastikan pasokan oksigen, sehingga terjadi sesak napas. 2. Asma: pasien dengan hiperaktivitas saluran napas bawaan menyebabkan reaksi alergi setelah kontak dengan alergen seperti debu, rambut, makanan laut, dll. Saluran bronkial mengerut dan kejang, mengakibatkan sesak napas. 3. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK): reaksi inflamasi kronik pada saluran bronkus dan saluran bronkus halus, yang menyebabkan penyempitan dan penyumbatan saluran napas yang tidak dapat dipulihkan, serta sesak napas akibat ventilasi paru yang tidak memadai. 4. Gagal jantung: setelah jantung mengalami disfungsi sistolik dan diastolik, fungsi pemompaan berkurang, sirkulasi paru mandek, mengakibatkan disfungsi paru, sehingga sesak napas. 5. Angina pektoris: penyempitan aterosklerotik pada arteri koroner, yang menyebabkan berkurangnya suplai darah ke jantung, sel-sel miokard mengalami iskemik dan hipoksia, yang merangsang percepatan pernapasan dan sesak napas. 6. Hipoglikemia: Ketika gula darah terlalu rendah, sel-sel jaringan kekurangan pasokan energi, yang secara refleks merangsang saraf simpatis, yang menyebabkan kepanikan dan sesak napas. Sesak napas mungkin terkait dengan berbagai faktor, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas.