Suplementasi estrogen dan progesteron tidak diperlukan dalam kondisi normal. Jika pasien merasa tidak nyaman dan perlu menambah estrogen dan progesteron, maka perlu menambah estrogen dan progesteron melalui obat oral, injeksi, dan obat oles di bawah bimbingan dokter.
1. Estrogen: Cara yang umum untuk menambah estrogen adalah dengan mengonsumsi estrogen secara oral, termasuk estrogen alami dan estrogen sintetis, seperti estradiol valerat, estradiol, nilestrol, vinylestradiol, dll. Obat-obatan ini dapat bekerja pada organ target dan meningkatkan tingkat estrogen dalam organisme.
Obat ini juga dapat dilengkapi dengan obat topikal, seperti mengoleskan gel estradiol pada kulit lokal, atau mengoleskan patch estradiol extended-release atau patch estradiol hemihidrat pada perut bagian bawah atau paha. Bagi mereka yang tidak dapat menggunakan obat oral, mereka dapat menggunakan suntikan intramuskular seperti estradiol benzoat dan etinilestradiol.
2. Progesteron: Untuk pasien dengan kebiasaan aborsi atau aborsi pra-menstruasi, progesteron dapat ditambahkan dengan suntikan; untuk wanita perimenopause, kapsul progesteron dan dydrogesteron dapat dikonsumsi secara oral untuk menambah progesteron.
Bagi mereka yang perlu menambah progesteron dan estrogen secara bersamaan, mereka dapat mengonsumsi sediaan kombinasi estrogen-progestogen oral, seperti tablet estradiol valerat/ estradiol siproteron, tablet estradiol/ estradiol dietilstilbestrol, dan sebagainya.
Dosis dan durasi suplementasi estrogen atau progesteron yang spesifik harus diputuskan sesuai dengan tingkat penyakit dan kondisi fisik individu. Jika obat diperlukan, harus dikonsumsi sesuai dengan saran dokter dan tidak boleh sembarangan.