Apa itu Sindrom Tourette?

  Dari sudut pandang formal, ada dua jenis tics: tics motorik dan tics vokal: 1. Tics motorik dan tics vokal. Tics motorik yang kompleks adalah gerakan perilaku yang tiba-tiba, tampaknya disengaja dan kompleks, seperti “membuat wajah”, memutar mata, bertepuk tangan, membungkuk, memutar batang tubuh, menghentakkan kaki, dll. Tics motorik yang kompleks juga mencakup perilaku imitatif dan perilaku tidak senonoh. 2. Vocal tics Vocal tics sederhana ditandai dengan produksi berulang-ulang suara monoton yang tidak disengaja, tidak berarti, seperti “um”, “ah”, dll., atau suara seperti binatang, berdehem, aspirasi hidung, dll. Tics vokal yang kompleks mengacu pada pengulangan bunyi ujaran yang bermakna, termasuk kata-kata, frasa, kalimat pendek, kata-kata kotor, ujaran imitatif, dan ujaran yang berulang-ulang.  Menurut Klasifikasi Penyakit Internasional edisi ke-10, ada tiga jenis gangguan tic: 1. Gangguan tic sementara (1) Dimulai pada masa kanak-kanak atau awal masa remaja, dan paling umum terjadi pada anak-anak berusia 4 hingga 5 tahun.  (2) Kedutan motorik tunggal atau multi-bagian yang berulang, tidak disengaja, berulang, cepat, tanpa tujuan, atau kedutan vokal, dengan kedipan, meringis, atau kedutan kepala yang paling umum.  (3) Kedutan dapat ditahan oleh kehendak untuk waktu yang singkat (menit hingga jam) dan menghilang setelah tertidur; pemeriksaan gagal mengungkapkan defisit neurologis.  (4) Gejala kedutan terjadi beberapa kali sehari, hampir setiap hari, dan berlangsung selama sekurang-kurangnya 2 minggu, tetapi tidak bertahan selama lebih dari 1 tahun.  (5) Gangguan neurologis ekstra-piramidal dan penyebab lain dari kejang otot tidak termasuk.  (2) Gangguan kedutan motorik atau vokal kronis (1) Kedutan yang berulang-ulang, tidak disengaja, berulang-ulang, cepat, tanpa tujuan, dengan tidak lebih dari tiga kelompok otot yang berkedut pada satu waktu; (2) Kedutan motorik atau kedutan vokal, tetapi tidak keduanya, selama perjalanan penyakit; (3) Intensitas kedutan tidak berubah selama beberapa minggu atau bulan; (4) Gejala kedutan dapat ditahan oleh kehendak untuk beberapa menit sampai beberapa jam; (5) Durasi penyakit setidaknya (6) Onset sebelum usia 21 tahun; (7) Pengecualian neuropati ekstrapiramidal kronis, mioklonus, kejang wajah dan gangguan kejiwaan, dll. (3) Gangguan tic multipel, yaitu sindrom Tourette atau sindrom tic-obfuscation (2) Kedutan berulang, tidak disengaja, berulang, cepat, tanpa tujuan yang mempengaruhi beberapa kelompok otot; (3) Beberapa kedutan dan satu atau lebih kedutan vokal muncul bersamaan di beberapa titik, tetapi tidak harus pada saat yang sama; (4) Kemampuan untuk ditahan secara sukarela selama beberapa menit hingga berjam-jam; (5) Intensitas gejala yang bervariasi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan; (6) (6) Kedutan terjadi beberapa kali sehari, hampir setiap hari. (7) Pengecualian mikrodistonia, hepatomegali, kejang mioklonik epilepsi, gerakan tak sadar yang diinduksi oleh obat dan patologi ekstrapiramidal lainnya.  IV. Pengobatan Prognosis dari berbagai jenis gangguan tic bervariasi, seperti halnya prinsip-prinsip pengobatan.  Prognosis untuk gangguan tic sementara umumnya baik, dengan sebagian besar membaik dengan sendirinya. Secara umum, mereka yang memiliki gejala tic ringan yang berdampak kecil pada kehidupan anak tidak memerlukan pengobatan, dan intervensi psiko-perilaku adalah andalan utama. Proses pengobatan harus berfokus pada menemukan kemungkinan faktor somatik atau psikososial yang terkait dan memberikan bimbingan yang tepat. Orang tua harus berhati-hati untuk tidak memperkuat gejala dengan perhatian mereka yang berlebihan. Obat dapat diberikan jika tics sangat sering terjadi atau semakin kompleks dan bentuknya bervariasi.  Gangguan motorik kronis atau gangguan tic vokal tidak memerlukan pengobatan khusus, terutama jika gejalanya menetap, telah menjadi kebiasaan, seperti berdeham atau berkedip pada orang dewasa, dan tidak berdampak pada kehidupan sehari-hari, sekolah atau pekerjaan.  Gangguan tic multipel, sindrom Tourette atau sindrom tic-obscene, sering kali memiliki perjalanan progresif yang perlahan-lahan, dengan gejala yang berfluktuasi dan gejala baru menggantikan gejala lama. Tingkat keparahan gejalanya bervariasi, dengan kasus yang lebih ringan menyebabkan sedikit gangguan pada sekolah dan kehidupan dan memungkinkan sekolah untuk terus berlanjut seperti biasa, dan kasus yang lebih parah menyebabkan gangguan pada kehidupan sehari-hari dan pembelajaran, terutama dengan gejala-gejala seperti hiperaktif defisit perhatian, obsesi dan gangguan perilaku lainnya. Pengobatan memerlukan kombinasi pengobatan dan terapi psiko-perilaku.