Apa itu sindrom Tourette? Apa saja manifestasi klinisnya?

  Tics adalah gerakan atau vokalisasi yang tiba-tiba, tidak disengaja, dan cepat yang terjadi berulang kali dan dengan cara yang sama, dan gejalanya meliputi: (1) adanya beberapa tics motorik dan satu atau kadang-kadang beberapa tics vokal selama perjalanan penyakit, tetapi tidak harus pada saat yang sama (3) Frekuensi, bentuk, dan lokasi kedutan bervariasi secara berkala dan tingkat keparahannya dapat berganti-ganti, kadang-kadang dengan remisi total selama berminggu-minggu atau bahkan berminggu-minggu; (4) Onsetnya sebelum usia 18 tahun; (5) Tidak lebih dari 15% pasien hadir dengan makian, sumpah serapah, bahasa cabul, dan pelecehan verbal yang tidak jelas, gejala-gejala yang paling mudah (5) Hanya sampai 15% pasien yang hadir dengan sumpah serapah, pembicaraan cabul, cercaan, dan pelecehan verbal yang tidak koheren, yang merupakan gejala yang paling mencolok dan sering secara kolektif disebut sebagai sindrom tic-obscene.  Sudah diketahui bahwa sebagian besar pasien memiliki kontrol atas gejala mereka dan apa yang tidak disadari adalah bahwa kedutan yang lama, meskipun di bawah kontrol sadar selama beberapa detik atau bahkan berjam-jam, mungkin hanya memiliki efek menunda timbulnya kedutan yang lebih parah. Kedutan itu tak tertahankan dan pada akhirnya akan terwujud dengan sendirinya. Pasien biasanya mampu menunda timbulnya kedutan saat belajar dan bekerja, dan kemudian mencari tempat terpencil untuk melepaskan gejala mereka. Secara umum, kedutan meningkat selama periode stres dan kecemasan dan berkurang dalam situasi santai atau ketika tertarik pada tugas yang menarik.  Diagnosis penyakit ini didasarkan pada pengamatan gejala dan evaluasi sejarah timbulnya penyakit, jadi orang tua harus memperhatikan perilaku anak yang biasa dan meminta guru untuk membantu pada saat yang sama. Tidak ada analisis darah atau tes neurologis lainnya untuk mendiagnosis penyakit ini, tetapi EEG, CT, MRI, atau tes tertentu dapat digunakan untuk mengesampingkan kondisi yang mungkin membingungkan dengan penyakit ini, seperti ADHD pediatrik, dan skala tes dapat digunakan untuk menilai tingkat keparahan tics.  Tics adalah gerakan atau vokalisasi yang tiba-tiba, tidak disengaja, dan cepat yang terjadi dengan cara yang sama berulang kali. Ada dua kategori: sederhana dan kompleks.  Tics sederhana meliputi: (1) tics motorik: berkedip, meremas alis, menggelengkan kepala, mengangkat bahu, membuat gerakan aneh, dll. (2) tics vokal: berdehem, berteriak, mendengus, menjentikkan lidah, dll.  Tics yang kompleks meliputi: tics motorik seperti melompat, menyentuh orang lain dan benda-benda, mengendus dan berputar, dan jarang menyakiti diri sendiri.  Diagnosis mensyaratkan bahwa gejala-gejala di atas tidak harus terjadi secara bersamaan, bahwa kedutan dapat terjadi beberapa kali dalam sehari, bahwa kedutan dapat terjadi setiap hari atau sebentar-sebentar, bahwa riwayatnya berlangsung selama 1 tahun, bahwa kedutan dapat berkembang sebelum usia 18 tahun, dan bahwa kedutan dapat bergantian antara remisi dan keparahan.  Kesimpulannya, diagnosis penyakit ini membutuhkan informasi dari guru dan orang tua.  Hal ini sering dikaitkan dengan kelainan perilaku, termasuk gangguan hiperaktif defisit perhatian, kesulitan belajar, gangguan tidur, gangguan obsesif-kompulsif, perilaku agresif, masalah perilaku dan perilaku seksual yang tidak pantas.