Sejak zaman kuno, mempertahankan bentuk tubuh yang menarik telah menjadi upaya seumur hidup bagi banyak wanita. Definisi kecantikan sangat bervariasi dari zaman ke zaman dan dari satu bangsa ke bangsa lain. Namun, dengan pengecualian dari Dinasti Tang, yang menganggap gemuk sebagai kecantikan, semua dinasti pada dasarnya menganggap kurus sebagai kecantikan. Di masa lalu, empat faktor utama yang menentukan kecantikan (kesehatan, reproduksi, kemampuan finansial, dan pengaruh) telah sepenuhnya berubah sekarang. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis, manusia telah menyadari bahwa menjadi gemuk itu tidak sehat, bahwa reproduksi tidak bergantung pada gemuk atau kurus, dan bahwa kekuatan ekonomi telah lama melampaui tahap utama untuk memamerkan kekayaan seseorang dengan makan lemak. Dan kita berada di era dengan nilai-nilai yang beragam, dan tidak ada yang namanya manipulasi total terhadap estetika sosial. Jadi, demi kesehatan dan kecantikan, memang baik untuk menurunkan berat badan secara tepat, dan juga baik untuk mempertahankan bentuk tubuh langsing. Benarkah semakin sedikit lemak yang dimiliki seseorang, maka ia akan semakin langsing dan semakin cantik? Jawabannya adalah tidak. Menjadi terlalu kurus akan membuat Anda terlihat kurang energik dan bersemangat, dan depresi yang disebabkan oleh hilangnya jaringan wajah adalah tanda penuaan. Selain itu, selain membuat orang merasa tidak nyaman, tulang yang kurus juga akan menyebabkan kemandulan, osteoporosis, batu empedu, anemia, kehilangan ingatan dan penyakit lainnya karena ketidakseimbangan endokrin dan suplai energi tubuh. Terlebih lagi, karena pengurangan lemak visceral tubuh, lemak pada organ-organ tubuh akan kehilangan efek tetap dan protektif, dan menyebabkan ptosis lambung dan prolaps uterus dan sebagainya! Oleh karena itu, setelah menjaga kesehatan untuk memiliki lemak yang diperlukan, tidak terlalu gemuk adalah yang paling indah.