Mengapa Anda tidak dapat menjalani gastroskopi untuk fibrilasi atrium

Kemampuan untuk melakukan gastroskopi pada pasien dengan fibrilasi atrium harus diputuskan melalui pertimbangan profesional. Pada kasus perdarahan lambung akut, gastroskopi harus dilakukan tepat waktu dengan tindakan darurat yang efektif. Jika gastroskopi hanya dilakukan, keputusan harus diambil oleh ahli anestesi, ahli jantung dan ahli pencernaan.
Fibrilasi atrium adalah penyakit aritmia yang umum terjadi, terutama fibrilasi atrium persisten, atrium kehilangan fungsi kontraktilnya, dan darah cenderung menggenang di atrium untuk membentuk trombus, dan begitu trombus terlepas, ia dapat mencapai seluruh tubuh dengan darah, dan emboli organ, seperti infark miokard, infark otak, dan lain-lain, dapat terjadi.
Pasien fibrilasi atrium dapat terpapar rangsangan eksternal selama gastroskopi, yang dapat menyebabkan pelepasan embolus atau peningkatan denyut jantung, sehingga meningkatkan risiko pada pasien. Jika pasien dengan fibrilasi atrium dalam kondisi stabil dan denyut ventrikel terkendali dalam kisaran yang ideal, maka gastroskopi tanpa rasa sakit dengan anestesi umum dapat digunakan.
Kesimpulannya, apakah pasien dengan fibrilasi atrium dapat menjalani gastroskopi atau tidak, harus benar-benar sesuai dengan saran medis.