10 Gejala dan Pengobatan Teratas untuk Gangguan Elektrolit

Tidak ada yang namanya sepuluh gejala utama gangguan elektrolit. Pasien umumnya mengalami mual, muntah, lemah, otot berkedut, koma, henti jantung, dll. Perawatan didasarkan pada pengisian elektrolit yang sesuai dan penggunaan obat yang relevan, dan hemodialisis dilakukan jika diperlukan. Gangguan elektrolit dapat dibagi menjadi gangguan kalsium, fosfor, kalium, magnesium, natrium, dan gangguan metabolisme lainnya. Gangguan metabolisme kalsium terutama dimanifestasikan sebagai hipokalsemia dengan tangan dan kaki berkedut dan hiperkalsemia dengan kepanikan dan mual. Gangguan metabolisme fosfor bermanifestasi sebagai hipofosfatemia dengan kekakuan pada tungkai dan hiperfosfatemia dengan proteinuria. Gangguan metabolisme kalium bermanifestasi sebagai hipokalaemia dengan kelemahan anggota tubuh dan hiperkalaemia dengan serangan jantung. Gangguan metabolisme natrium bermanifestasi sebagai hiponatremia dengan pusing dan kelemahan dan hipernatremia dengan oliguria. Gangguan metabolisme magnesium bermanifestasi sebagai hipomagnesaemia dengan kedutan otot dan hipermagnesaemia dengan sembelit dan kembung. Pasien dengan elektrolit rendah dapat diobati dengan menambahkan elektrolit yang sesuai, seperti hipokalsemia dapat ditambahkan dengan kalsium glukonat dan hipofosfatemia dapat ditambahkan dengan fosfat. Pasien dengan elektrolit tinggi harus segera menggunakan takikardia seperti furosemid dan hidroklorotiazid untuk mengeluarkan kelebihan elektrolit dengan cepat, dan hemodialisis dapat dilakukan jika perlu. Pasien dengan gangguan elektrolit disarankan untuk segera mencari pertolongan medis untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan pengobatan yang tepat. Selain itu, semua obat di atas harus digunakan di bawah bimbingan dokter dan tidak boleh digunakan tanpa izin.