Manifestasi hematologi rutin dari pneumonia koroner baru meliputi jumlah sel darah putih yang normal atau berkurang dan jumlah limfosit yang berkurang. Biokimia darah, protein C-reaktif dan tes lainnya juga diperlukan. Pneumonia Koroner Baru adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh infeksi Virus Koroner Baru. Biasanya, pemeriksaan darah rutin untuk pneumonia koroner baru akan menunjukkan jumlah leukosit darah tepi yang normal atau menurun dengan jumlah limfosit yang menurun pada tahap awal penyakit. Namun, diagnosis klinis pneumonia koroner baru tidak hanya bergantung pada tes darah rutin, pasien juga perlu melakukan biokimia darah, yang sebagian besar dimanifestasikan sebagai peningkatan enzim hati, LDH, myoenzyme, mioglobin. Kedua, tes protein C-reaktif dan sedimentasi hematologi juga dapat dilakukan, dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan protein C-reaktif dan laju endap darah. Beberapa pasien mungkin mengalami batuk kering, demam, dan tidak enak badan. Jika pasien didiagnosis dengan pneumonia koroner tipe baru, pasien harus secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan agar tidak menunda kondisinya.