Apakah labu kuning menurunkan atau meningkatkan gula darah?

Labu butternut adalah sayuran yang umum dalam kehidupan kita sehari-hari dan sangat dihargai oleh para pencinta makanan karena rasanya yang manis dan lembut serta kandungan nutrisinya yang tinggi. Tetapi jika labu berada di meja penderita diabetes sebagai makanan penurun gula, maka itu adalah hal yang patut dipertanyakan. Karena kita perlu mencari tahu apakah makan labu dapat meningkatkan atau menurunkan gula darah? Itulah pertanyaan yang akan kita bahas hari ini. Labu memiliki GI = 75, (GI adalah indeks glikemik. Ini mencerminkan seberapa kuat makanan meningkatkan gula darah dibandingkan dengan glukosa, semakin tinggi nilainya, semakin besar kemungkinannya untuk meningkatkan gula darah). Labu kuning adalah makanan dengan GI tinggi, yang berarti ketika labu kuning masuk ke dalam perut dan usus, karbohidrat yang dikandungnya dicerna dengan cepat dan sebagian besar diserap, sehingga cenderung menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Oleh karena itu, gula darah umumnya akan meningkat setelah makan labu. Beberapa orang percaya bahwa labu dapat menurunkan gula karena labu mengandung zat aktif seperti kromium, polisakarida labu, dan inositol labu yang meningkatkan rasa kenyang dan menghambat laju peningkatan gula darah setelah makan. Namun, labu memiliki GI tinggi yaitu 75 dan meningkatkan gula darah secara besar-besaran, sehingga meskipun zat aktifnya sedikit mengurangi laju kenaikan, gula darah akan tetap naik. Meskipun labu memiliki efek tertentu dalam meningkatkan gula darah, tetapi apakah itu berarti penderita diabetes tidak bisa memakannya? Tidak juga, karena pektin dalam labu mengatur efisiensi penyerapan zat-zat di dalam perut manusia. Artinya, pektin dalam labu dapat memperlambat penyerapan gula oleh perut. Ada juga fakta bahwa serat larut dalam labu menunda pengosongan makanan dari perut dan mengontrol kenaikan gula darah setelah makan. Pektin mengikat kelebihan kolesterol dalam tubuh, mengurangi penyerapan dan menurunkan konsentrasi kolesterol dalam darah. Faktor lain yang memiliki dampak terbesar pada gula darah adalah jumlah total energi yang dihasilkan oleh semua makanan yang dikonsumsi setiap hari, dan kelebihan asupan energi lebih mungkin menyebabkan kenaikan gula darah. Oleh karena itu, penderita diabetes perlu mengontrol tidak hanya makanan manis secara individual tetapi juga asupan keseluruhan. Oleh karena itu, penderita diabetes juga dapat makan labu, tetapi mereka perlu mengontrol berat 100 gram labu agar tidak terlalu berpengaruh pada gula darah mereka.