Kecemasan adalah gejala mental non-psikotik yang umum terjadi, pasien merasa sangat menderita, bahkan menyakitkan, dan mempengaruhi fungsi sosial mereka. Penampilan sehari-hari panik, takut, selalu merasa akan terjadi kemalangan atau bencana, tetapi tidak dapat mengatakan sebabnya. Pada kecemasan yang parah juga dapat muncul tremor jari, otot tegang, gelisah, berjalan mondar-mandir, menggosok-gosokkan tangan dan kaki, serta pusing, leher kaku dan sebagainya. Namun, kecemasan tidak hanya merupakan gejala kejiwaan yang umum, tetapi juga merupakan manifestasi reaktif yang umum, yaitu respon terhadap suatu peristiwa atau situasi. Kecemasan sendiri juga memiliki efek positif karena dapat menjadi motivator dalam hidup, sesuatu yang kita semua alami. Penelitian psikologis telah menunjukkan bahwa kecemasan, meskipun merupakan pengalaman yang menyedihkan, memiliki fungsi adaptif yang penting. Yang pertama adalah fungsi pemberi sinyal (fungsi “alarm”), yang memberi sinyal bahaya kepada individu, dan ketika sinyal ini hadir dalam kesadaran, orang dapat mengambil langkah-langkah efektif untuk menghadapi bahaya, baik dengan menghindarinya atau dengan mencoba menghilangkannya. Kecemasan memperingatkan orang akan adanya bahaya internal atau eksternal dan memainkan peran protektif dalam kehidupan mereka. Kecemasan yang parah bersifat patologis hanya jika tidak ada alasannya dan seseorang tidak dapat memahami mengapa ia begitu ketakutan. Yang kedua adalah mobilisasi organisme dalam keadaan siap tempur. Ketika kecemasan terjadi, organ-organ yang dipersarafi oleh saraf otonom memasuki keadaan gembira, kewaspadaan meningkat, sirkulasi darah dipercepat, metabolisme meningkat, dan persiapan yang tepat dibuat untuk tindakan melawan bahaya. Yang ketiga berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan akumulasi pengalaman. Kecemasan membantu orang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam meramalkan bahaya, membantu orang untuk menyesuaikan perilaku mereka secara terus menerus, dan mempelajari metode dan strategi untuk mengatasi suasana hati yang buruk. Beberapa ahli percaya bahwa gangguan kecemasan yang khas harus memiliki: 1. Keadaan pikiran yang cemas. 2. Kegelisahan motorik dan gangguan otonom (termasuk mulut kering, berkeringat, jantung berdebar, dada sesak, tubuh panas atau dingin, kemerahan atau keputihan pada wajah, kehilangan nafsu makan, diare atau konstipasi, desakan dan frekuensi buang air kecil, dan lain-lain), atau tidak dapat didiagnosis sebagai gangguan kecemasan. Dan sebagai gejala kecemasan, tidak perlu ada gejala-gejala di atas. Jika kedua gejala di atas muncul, penting untuk mencari pertolongan medis!