Apa saja penyebab celah langit-langit?

Celah langit-langit merupakan hal yang umum terjadi dan dapat terjadi sendiri atau sebagai komplikasi dari celah bibir. Tidak hanya terdapat kelainan bentuk jaringan lunak pada celah langit-langit, namun sebagian besar pasien dengan celah langit-langit juga memiliki berbagai tingkat kekurangan dan kelainan bentuk tulang, yang jauh lebih serius daripada celah bibir dalam hal disfungsi fisik seperti mengisap, makan, dan berbicara. Gangguan pertumbuhan rahang juga menyebabkan runtuhnya bagian tengah wajah dan, pada kasus yang parah, menyebabkan wajah berbentuk cakram dengan gigitan yang tidak sejajar (sering kali antimandibula atau rahang terbuka). Akibatnya, berbagai disfungsi fisik yang disebabkan oleh celah langit-langit, terutama disfungsi bicara dan maloklusi gigi, memiliki dampak negatif pada kehidupan sehari-hari pasien, sekolah dan pekerjaan, dan dapat dengan mudah menyebabkan gangguan psikologis. Penyebab celah langit-langit belum sepenuhnya dipahami, tetapi diduga terkait dengan kekurangan nutrisi dalam makanan selama kehamilan, kelainan endokrin, infeksi virus, dan faktor genetik. Sebagai cacat perkembangan bawaan, celah langit-langit berubah seiring bertambahnya usia seiring dengan tumbuh kembangnya kelainan bentuk, termasuk cacat perkembangan fisik yang terdapat pada kelainan itu sendiri, perubahan sekunder pada rahang dan penampilan wajah akibat trauma bedah, gangguan fungsional seperti bicara dan pendengaran, dan hambatan psikologis yang berkembang saat pasien berinteraksi sosial. Untuk mencegah terjadinya celah langit-langit, sejumlah tindakan kesehatan preventif perlu dilakukan. Selama kehamilan, ibu hamil harus menghindari diet parsial, memastikan asupan vitamin B, C dan D yang cukup serta kalsium, zat besi dan fosfor, menjaga kondisi pikiran yang tenang, menghindari stres mental, menahan diri dari penggunaan obat antitumor, antikejang, histamin, ketamin untuk muntah saat hamil dan obat tidur tertentu, menahan diri dari kebiasaan merokok dan penyalahgunaan alkohol, serta menghindari paparan terhadap radiasi dan gelombang mikro.