Konisasi serviks dan konversi HPV tidak selalu berkaitan satu sama lain. Situasi setiap wanita berbeda, sehingga waktu untuk melakukan konversi HPV juga akan bervariasi.
HPV (Human Papilloma Virus) adalah jenis infeksi HPV yang berisiko tinggi, dan untuk mencegah memburuknya gejala infeksi HPV, dokter biasanya dapat memilih untuk melakukan prosedur konisasi. Namun, konisasi sederhana pada serviks tidak dapat sepenuhnya menghilangkan virus HPV, sehingga jaringan perlu dianalisis secara patologis untuk memastikan jinak atau ganasnya penyakit ini.
Oleh karena itu, dapat dinilai bahwa tidak banyak hubungan antara konisasi dan konversi HPV. Pasien dapat pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan sitologi berbasis cairan serviks (TCT) dan tes HPV tiga bulan setelah konisasi untuk menentukan apakah ada konversi HPV. Karena HPV dapat sembuh sendiri, pasien dapat menentukan apakah penyakitnya telah menjadi negatif melalui pengamatan rutin.
Disarankan agar pasien mempertahankan kehidupan yang teratur, menghindari kecemasan dan stres, serta tidur yang cukup untuk menjaga suasana hati yang bahagia. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk detailnya.