Selama histeroskopi, sebuah probe digunakan untuk memasuki saluran serviks dan rongga rahim pasien agar dapat mengamati morfologi rongga rahim pasien, kedalaman rongga rahim, kondisi endometrium, dan patensi bukaan tuba falopi bilateral. Pada kasus temuan histeroskopi yang normal, gambaran umumnya adalah bahwa rongga rahim pasien memiliki kedalaman sekitar 7-9 cm, endometrium berwarna merah muda, dengan ketebalan yang seragam, rongga rahim memiliki morfologi yang teratur, serta bukaan tuba falopi bilateral yang terlihat dan paten. Hal ini menunjukkan hasil histeroskopi yang normal. Jika terdapat kelainan yang digambarkan dalam hasil histeroskopi, seperti tuba falopi yang tidak terlihat, penebalan endometrium yang berlebihan, pucat atau pertumbuhan polipoid, dan lain-lain, hal ini akan ditandai dengan jelas pada hasil.