Ketulian saraf pada anak-anak

  Kapan pengobatan terbaik untuk ketulian neurologis pada anak-anak?  1. Apa yang harus saya lakukan jika anak saya tidak lulus skrining pendengaran bayi baru lahir? Kapan saya harus kembali untuk meninjau ulang?  Bayi baru lahir yang lahir secara normal diskrining dalam dua tahap: skrining awal dilakukan dari 48 jam setelah lahir hingga saat pemulangan, dan mereka yang tidak lulus skrining awal atau mereka yang melewatkan skrining diskrining ulang dalam waktu 42 hari. Mereka yang tidak lulus skrining ulang harus dirujuk ke pusat tes pendengaran provinsi untuk diagnosis lebih lanjut dalam waktu 3 bulan setelah kelahiran.  2. Berapa usia seorang anak sebelum tes pendengaran memastikan diagnosis?  Bayi baru lahir yang tidak lulus skrining ulang harus didiagnosis dalam waktu 3 bulan setelah lahir. Diagnosis pendengaran harus didasarkan pada pemeriksaan silang hasil tes untuk menentukan derajat dan sifat gangguan pendengaran. Tes pendengaran, yang harus mencakup tes pendengaran elektrofisiologis dan perilaku, harus mencakup tes dasar seperti: konduktansi akustik (termasuk nada deteksi 1000Hz), emisi otoakustik (OAE), respons batang otak pendengaran (ABR) dan audiometri perilaku. Pencitraan yang relevan dan tes tambahan laboratorium dilakukan jika perlu.  3. Bagaimana seharusnya anak-anak dengan derajat ketulian neurologis yang berbeda diperlakukan?  Anak-anak yang didiagnosis dengan gangguan pendengaran harus menjalani intervensi klinis dan audiologis yang sesuai dalam 6 bulan pertama kehidupan. Tergantung pada tingkat gangguan pendengaran, gangguan pendengaran dapat diklasifikasikan sebagai tuli ringan, tuli sedang, tuli berat, tuli berat, tuli berat dan tuli total. Untuk tuli neurologis ringan hingga sedang, obat-obatan seperti faktor pertumbuhan saraf dapat dipertimbangkan; sedangkan untuk tuli neurologis yang parah dan di atas, alat bantu dengar atau implan koklea harus dipertimbangkan.  4. Kapan implan rumah siput diperlukan? Pada usia berapa implan rumah siput yang terbaik untuk anak saya?  Implan koklea adalah pilihan bagi anak-anak yang tuli berat atau sangat tuli di kedua telinganya dan yang lesinya terletak di koklea. Semakin muda usia anak pada saat implantasi, semakin baik hasilnya, dan implan koklea biasanya dapat dilakukan pada anak-anak semuda usia 12 bulan. Sekarang, secara umum direkomendasikan bahwa implan rumah siput ditanamkan sedini mungkin, sehingga bayi dan anak-anak di bawah usia satu tahun dapat ditanamkan secara langsung tanpa alat bantu dengar, untuk mengintervensi sejak awal perkembangan pendengaran dan bicara mereka.  5. Apa saja masalah yang bisa terjadi jika waktu optimal untuk implantasi terlewatkan? Apakah ada hal lain yang bisa saya lakukan untuk membantu anak saya mendapatkan kembali pendengarannya?  Sebelum usia 3 tahun, otak anak-anak berkembang paling cepat dan mereka belajar bahasa pada saat yang paling kritis. Jika ketulian terjadi selama masa ini, hal itu dapat berdampak serius pada perkembangan pendengaran dan bicara anak, serta aspek-aspek perkembangan lainnya. Jika ketulian terdeteksi tepat waktu, didiagnosis dan diimplantasi sedini mungkin, anak tunarungu akan dapat menerima berbagai rangsangan suara dan bicara dalam pelukan orang tua dan menerima pelatihan rehabilitasi ilmiah, sehingga perkembangan anak tunarungu akan mendekati anak normal dan kualitas rehabilitasi akan meningkat secara signifikan.  6. Berapa lama setelah menggunakan implan rumah siput, waktu yang dibutuhkan untuk rehabilitasi pendengaran dan bicara?  Setelah implan rumah siput, implan rumah siput dinyalakan pada bulan Januari.  Pasien yang mampu melakukannya harus direhabilitasi di pusat rehabilitasi untuk anak-anak tunarungu yang berpengalaman dalam rehabilitasi dan menguasai metode-metode dasar sebelum melanjutkan rehabilitasi di rumah, dengan keterlibatan aktif orang tua. Anak-anak dengan tuli prelingual baru mulai mendengar suara setelah implan rumah siput dinyalakan. Dengan usia pendengaran 0 tahun, mereka harus mulai dari awal, mendengar suara, secara bertahap mendiskriminasi, memahami dan kemudian mulai berbicara.