Ulkus usus halus dapat diperiksa dengan kolonoskopi, kontras sinar-X barium, CT scan, dan biopsi patologi. Pemeriksaan lain seperti pemeriksaan darah rutin dan darah samar tinja dapat membantu untuk mengetahui apakah ada perdarahan aktif dari ulkus. 1. Enteroskopi: enteroskopi adalah metode pilihan untuk diagnosis tukak usus halus. Pemeriksaan ini dapat menentukan keberadaan, lokasi dan stadium lesi, evaluasi efek pengobatan, memberikan pengobatan hemostatik kepada mereka yang mengalami perdarahan gabungan, dan menilai kedalaman ulserasi dinding usus. 2. Kontras barium sinar-X: kontras ganda barium gas dapat menunjukkan morfologi mukosa saluran cerna dengan lebih baik. Tanda-tanda langsung barium pada tukak adalah bayangan ceruk dan agregasi mukosa, dan tanda-tanda tidak langsungnya adalah nyeri tekanan lokal, agitasi bola duodenum, dan kelainan bentuk bola. 3. Pemeriksaan CT: untuk ulkus yang menembus, CT sangat berguna untuk menemukan peradangan, massa dan akumulasi cairan di sekitar perforasi. CT kontras oral dapat menunjukkan cairan yang keluar dan penebalan jaringan di sekitar perforasi. 4. Biopsi patologis: lakukan biopsi di tepi ulkus dan amati morfologi sel di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi ulkus jinak dan ganas. Pasien tidak boleh mendiagnosis sendiri berdasarkan satu hasil tes, tetapi harus pergi ke rumah sakit tepat waktu, dan dokter akan melakukan perawatan individual sesuai dengan situasi spesifik dan analisis komprehensif.