Kata “daya tahan tubuh” sering digunakan untuk menggambarkan suatu hal yang tampaknya tidak terlihat namun berpengaruh nyata terhadap kesehatan seseorang. Khususnya bagi anak kecil, yang fungsi tubuhnya belum berkembang sempurna, memiliki daya tahan tubuh yang baik adalah satu-satunya cara untuk melawan serangan berbagai kuman asing. Namun, beberapa perilaku orang tua yang tampaknya peduli justru menjadi penyebab utama rusaknya daya tahan tubuh buah hati mereka! Apakah Anda para ibu masih salah dalam “menyayangi” bayi Anda? Lingkungan Tempat Tinggal: Bahaya tersembunyi di balik lingkungan yang “bebas kuman” Beberapa ibu ingin menciptakan lingkungan yang “bebas kuman” untuk kesehatan anak-anak mereka. Namun, lingkungan yang terlalu bersih dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh orang-orang dari segala usia. Jika anak-anak terpapar terlalu sedikit mikroorganisme dan flora normal mereka tidak seimbang, sistem kekebalan tubuh mereka akan melemah dan mereka akan lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan virus dari luar. Lingkungan yang bersih dan sering didesinfeksi akan mengurangi jumlah bakteri yang menguntungkan, yang dapat menyebabkan pembentukan flora normal tubuh yang buruk, melemahkan daya tahan tubuh terhadap bakteri asing dan memungkinkan jamur yang lebih merepotkan untuk tumbuh dan berkembang biak. Orang tua tidak perlu membersihkan tempat dan pakaian anak-anak mereka dengan disinfektan setiap hari dan harus membiarkan mereka terpapar dengan lingkungan alami sebagaimana mestinya. Pola makan sehari-hari: ‘sterilisasi’ dan junk food berjalan beriringan Tidak perlu menggunakan produk sterilisasi untuk bayi yang sehat. Sterilisasi yang berlebihan pada botol dan peralatan bayi, atau menggosok payudara secara berlebihan sebelum menyusui dapat mengurangi paparan bayi terhadap bakteri normal dan dapat menunda, menghalangi atau mengganggu pembentukan flora usus normal, yang merugikan perkembangan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, hindari asupan zat-zat yang merusak sistem kekebalan tubuh anak Anda, seperti pemanis buatan, gorengan, minuman berkarbonasi (bergula), bahan tambahan makanan, dan berbagai lemak trans, terutama makanan yang sudah mengalami multi-proses yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh bayi Anda. Asupan nutrisi: suplementasi nutrisi ‘kunci’ yang tidak memadai Vitamin A sangat penting untuk meningkatkan jumlah sel kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin A dalam tubuh dapat menyebabkan berkurangnya ukuran timus dan limpa, yang pada gilirannya dapat mengurangi vitalitas sel-sel kekebalan tubuh, dan kekurangan vitamin A dapat menyebabkan berkurangnya fungsi penghalang selaput lendir pada saluran pernapasan dan pencernaan bayi, sehingga memberi kesempatan bagi kuman untuk menyerang. Pada saat yang sama, asupan vitamin A yang cukup dapat meningkatkan vitalitas sel kekebalan tubuh bayi Anda dan meningkatkan jumlah sel kekebalan tubuh. Vitamin D, yang sudah tidak asing lagi bagi para ibu, juga penting untuk mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, selain fungsinya untuk meningkatkan penyerapan kalsium. Kekurangan vitamin D dalam tubuh berarti sistem kekebalan tubuh tidak memiliki cukup sel T untuk melawan infeksi dan kuman lebih mungkin menyerang sistem kekebalan tubuh bayi yang belum berkembang. Akibatnya, asupan vitamin AD yang tidak mencukupi dapat secara langsung memengaruhi perkembangan fungsi sistem kekebalan tubuh bayi Anda, yang menyebabkan pilek berulang dan bahkan masalah kesehatan seperti bronkitis, pneumonia, asma, dan diare. Oleh karena itu, disarankan agar 1 kapsul vitamin AD per hari diberikan kepada bayi Anda. Kesalahan pengobatan: ‘Menyalahgunakan’ obat yang tidak perlu Setiap antibiotik resisten, terutama jika disalahgunakan atau tidak digunakan dengan cukup, yang dapat menyebabkan penyakit berulang dan resistensi, yang mengarah pada penurunan efektivitas pengobatan. Orang tua tidak boleh membeli antibiotik untuk bayi mereka tanpa izin dan harus selalu berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum memilih untuk menggunakannya sesuai anjuran. Kebiasaan tidur: ‘Begadang’ menjadi hal yang biasa Beberapa orang tua muda sekarang tidur larut malam, yang dapat menyebabkan anak-anak tidur lebih larut. Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan dan kondisi fisiologis bayi yang sedang berkembang. Kurang tidur dapat menyebabkan masalah seperti kurangnya konsentrasi dan daya ingat yang buruk, dan juga dapat menyebabkan produksi sel pembunuh alami yang tidak mencukupi untuk melawan patogen dan sel tumor di dalam tubuh, yang mengakibatkan penurunan kekebalan dan daya tahan tubuh secara signifikan, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan virus dan bakteri. Berikut ini adalah cara-cara untuk memperkuat daya tahan tubuh bayi Anda 1. Dekatkan diri dengan alam Seperti yang para ibu ketahui, semakin padat populasi suatu tempat, semakin besar peluang terjadinya infeksi. Para ibu harus mencoba membawa bayi mereka ke tempat-tempat yang lebih hijau. Udara segar dan sinar matahari yang banyak dapat memberikan rangsangan yang baik bagi bayi Anda dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Jika Anda membawa bayi Anda ke tempat umum, Anda harus berhati-hati untuk menghindari paparan bayi Anda terhadap orang-orang dengan penyakit menular. Sistem kekebalan tubuh bayi Anda masih berkembang dan belum mampu melawan virus tertentu. Saat keluar rumah, para ibu dapat membawa masker untuk membantu mereka memakainya jika mengalami gejala yang tidak biasa, untuk berjaga-jaga. 2. Makanlah makanan yang seimbang Saat mengajak bayi Anda keluar, perhatikan suhu dan kebersihan makanan yang Anda makan, dan jangan membuatnya terlalu berminyak untuk menghindari gangguan pencernaan. Secara umum, para ibu dapat membantu bayi mereka membangun daya tahan tubuh mereka melalui diet. Jamur, sayuran kuning dan hijau, jelai, ubi, tomat, dan produk kedelai semuanya bergizi dan dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh bayi Anda. 3. Olahraga dan olahraga Olahraga dan olahraga adalah cara yang baik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi Anda. Berapapun usia bayi Anda, apa pun musimnya, Anda harus mendorong anak Anda untuk mengambil bagian dalam lebih banyak olahraga untuk memperkuat tubuhnya. Selain itu, menggerakkan tubuh akan mempercepat sirkulasi dalam tubuh bayi Anda, memperkuat nafsu makan dan membantu mereka untuk beristirahat. 4. Istirahat dan relaksasi Istirahat dan tidur yang cukup dapat membuat tubuh pulih dengan cepat. Istirahat dan relaksasi memainkan peran penting, terutama sebelum dan sesudah kelelahan dan sakit. Saran: Para ibu harus membantu bayi mereka untuk menemukan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. Pastikan bayi Anda memiliki waktu istirahat yang cukup setiap hari, termasuk waktu tidur yang teratur dan waktu istirahat lainnya (seperti waktu mendongeng). 5. Vaksinasi Vaksin membuat tubuh bayi Anda memproduksi antibodi yang dapat melawan virus infeksi tertentu atau meminimalkan risiko virus tersebut. Oleh karena itu, penting bagi para ibu untuk membawa bayi mereka ke rumah sakit atau klinik kesehatan di daerah mereka untuk mendapatkan berbagai vaksinasi tepat waktu, seperti yang diinstruksikan oleh dokter mereka.