Melompat di bagian belakang kepala pada malam hari dapat disebabkan oleh spondilosis servikal, penyakit pada fosa kranial posterior, ketegangan mental, dan faktor lainnya. 1. Spondilosis servikal: osteofit dan diskus intervertebralis yang mengalami herniasi pada pasien spondilosis servikal dapat menyebabkan tekanan pada saraf yang mempersarafi bagian belakang otak. Perubahan posisi tubuh yang konstan selama tidur dapat menyebabkan kompresi saraf yang signifikan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan denyutan di bagian belakang kepala. 2. Penyakit pada fossa kranial posterior: ketika tumor otak dan lesi lain terjadi pada fossa kranial posterior, denyutan pada bagian belakang otak dapat terjadi setelah tidur, dan perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan MRI tengkorak yang jelas guna mengklarifikasi lesi sedini mungkin. 3. Ketegangan mental: Ketika tekanan hidup dan belajar tinggi, ketegangan mental berlebihan, dan kualitas tidur buruk, dapat menyebabkan kejang pembuluh darah di otak dan denyut nadi tidak normal, dan gejala berdenyut di bagian belakang otak dapat muncul setelah tidur. Denyutan di bagian belakang kepala pada malam hari juga dapat disebabkan oleh alasan lain. Pasien harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, dan di bawah bimbingan spesialis, perawatan aktif akan membantu meringankan gejala yang tidak nyaman sesegera mungkin.