Pasien dengan otolitiasis diperbolehkan berhubungan seks, tetapi tidak selama serangan.
Otolitiasis, yang secara klinis dikenal sebagai vertigo posisi paroksismal jinak, adalah gangguan vestibular perifer yang umum terjadi. Gejala utamanya adalah ketika kepala bergerak ke posisi tertentu dapat menimbulkan vertigo sementara, disertai mual, muntah dan gejala gangguan sistem saraf otonom lainnya, serta fenomena nistagmus.
Pasien dengan otolithiasis tidak akan menyebabkan lesi organik di dalam tubuh, dan kehidupan normal tidak terpengaruh bila tidak ada kejadian, sehingga pasien dengan otolithiasis dapat memiliki kehidupan seks. Namun, pasien dengan otolithiasis harus memperhatikan untuk menghindari perubahan posisi kepala secara tiba-tiba, seperti menengadah dan menoleh secara tiba-tiba.
Penanganan otolitosis meliputi reposisi manipulatif, pengobatan dengan bantuan obat, rehabilitasi vestibular, dan pembedahan. Perawatan khusus harus dilakukan di bawah bimbingan dokter.