Seorang dokter di Taiwan memposting pesan ini di media sosial: “Dokter, ibu saya adalah seorang penganut Buddha, tolong jangan gunakan antibiotik antiseptik.” Dokter tersebut berkata, “Ini adalah permintaan terliar yang pernah saya dengar sejak saya menjadi dokter. Saya yakin sebagian besar dari Anda akan tersenyum mendengarnya, tetapi permintaan pasien ini benar-benar “aneh”. Antibiotik adalah metabolit sekunder mikroorganisme yang secara selektif menghambat aktivitas kehidupan organisme tertentu pada konsentrasi rendah, dan turunan kimiawi semi-sintetik atau sintetik sepenuhnya. Antibiotik dulunya disebut “antimikroba” karena efek bakterisidanya, tetapi dengan perkembangan kedokteran, para ilmuwan telah menemukan bahwa selain efek bakterisidanya, antibiotik juga baik untuk mikroorganisme patogen lainnya seperti jamur, mikoplasma, dan klamidia, oleh karena itu disebut antibiotik. Ada banyak jenis antibiotik yang berbeda, yang dapat dibedakan menurut sintesis, struktur kimia, penggunaan, dll. Yang paling sederhana adalah membaginya ke dalam kategori biosintetik, kimiawi, dan semi-sintetik. Sebagai contoh, penisilin adalah antibiotik biosintetik, sedangkan roksitromisin adalah antibiotik semi-sintetik. Antibiotik umumnya digunakan dalam pengobatan klinis dan efektif melawan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, mikoplasma, klamidia, dan mikroorganisme patogen lainnya, tetapi tidak efektif melawan virus, trauma, dan penyakit lainnya. Penting bahwa antibiotik digunakan di bawah bimbingan seorang profesional medis dan tidak disalahgunakan, karena hal ini dapat menunda pengobatan, memperparah gejala dan bahkan meningkatkan resistensi bakteri, dengan konsekuensi yang serius. Akhirnya, kembali ke cerita pembuka, bagaimana dokter tersebut menanggapi pertanyaan yang “sulit” seperti itu? Faktanya, menurut ajaran Buddha, bakteri bukanlah bagian dari makhluk hidup dan bukan bagian dari siklus kelahiran kembali, jadi harap diingat untuk mengikuti instruksi dokter Anda dan bekerja sama dengan perawatan Anda setiap saat!