Anestesi bangun intraoperatif umumnya digunakan dalam bedah saraf dan bedah tulang belakang korektif. Hal ini karena kedua jenis pembedahan ini melibatkan area fungsional yang sangat banyak. Yang dimaksud dengan area fungsional adalah area fungsional untuk berbicara, bergerak, dan fungsi-fungsi lain yang memiliki area fungsional yang sesuai dalam distribusi otak. Jika pembedahan merusak area fungsional, pasien dapat mengalami komplikasi seperti afasia dan hemiparesis setelah pembedahan. Alasan dilakukannya rangsangan intraoperatif adalah agar pasien mau bekerja sama dengan instruksi dokter bedah, seperti berbicara dan bernyanyi, selama operasi berlangsung. Atau seperti yang Anda lihat di media, selama operasi pasien bermain gitar, bernyanyi, atau bahkan berpuisi. Hal-hal di atas adalah cara untuk membangkitkan anestesi, yaitu melalui kerja sama pasien, dokter bedah dapat mengetahui apakah area yang dibedah berada di sebelah area fungsional, yang membantu dokter bedah menilai hubungan antara lesi dan area fungsional, yaitu dalam istilah awam, di mana dan seberapa banyak yang harus dipotong pada pemotongan berikutnya, yang digunakan oleh dokter bedah. Dengan melakukan hal ini, dokter bedah dapat mengetahui apa yang diharapkan untuk mengurangi kemungkinan komplikasi pasca-operasi berupa afasia atau hemiparesis pada pasien.