Operasi pembesaran papilla anus umumnya tidak memerlukan enema, jika posisi papilla anus dalam bidang pandang yang kurang baik dapat dilakukan enema, spesifik sesuai dengan kondisinya.
Hipertrofi papiler anal, juga dikenal sebagai “fibroma papiler anal”, mengacu pada pertumbuhan lesi peninggian papiler setinggi garis dentin, hiperplasia penyakit jaringan ikat fibrosa, mengandung pembuluh limfatik, ditutupi dengan korteks yang keras seringkali berwarna putih mutiara, kondisi pasien umumnya tidak ada gejala yang ringan, yang serius dapat keluar dari anus selama buang air besar, yang dapat menyebabkan sensasi benda asing lokal.
Observasi cukup untuk gejala ringan, sedangkan untuk gejala berat dapat dilakukan tindakan pembedahan, seperti papilotomi anal untuk mengangkat papila anus yang membesar secara langsung dengan gunting, pisau, dll. Metode lain adalah papilotomi anal, dimana akar basal papila anus pasien yang membesar diikat dengan benang sutra melalui pangkal papila anus, sehingga papila anus tersebut akan mengalami nekrosis dan terlepas dengan sendirinya.
Pembedahan ini sederhana dan dapat dilakukan dengan anestesi lokal dan umumnya tidak memerlukan enema. Jika papila anus kurang terekspos, enema dapat diberikan sebelum pembedahan.
Setelah hipertrofi papilla anus ditemukan, dianjurkan untuk segera pergi ke rumah sakit, di bawah bimbingan dokter untuk mendapatkan perawatan, biasanya untuk menjaga kelancaran buang air besar, mencegah konstipasi dan diare.