Resusitasi jantung paru (RJP) adalah pengiriman darah ke organ-organ di seluruh tubuh melalui penekanan dada, undulasi dada, dan perubahan tekanan di dalam rongga dada. Penyempitan pakaian meningkatkan tekanan pada jantung dan dapat membatasi naik turunnya dada, yang perlu dilepaskan saat memberikan RJP pada wanita.
Menanggalkan pakaian akan memudahkan operator untuk memposisikan kompresi dengan lebih akurat. Posisi yang benar untuk kompresi RJP adalah di sepertiga bagian tengah hingga bawah tulang dada. Jika tertutup pakaian, hal ini dapat menyebabkan penyimpangan posisi, yang dapat menyebabkan patah tulang rusuk, pneumotoraks, pecahnya limpa, dll. selama kompresi.
Membuka pakaian dapat memudahkan operasi resusitasi jantung paru (CPR). Resusitasi jantung paru memiliki persyaratan yang ketat untuk kedalaman, kekuatan, dan frekuensi kompresi. Ketika pakaian tertutup, hal itu memengaruhi penilaian intuitif operator, yang mengakibatkan penyimpangan dalam kedalaman dan frekuensi kompresi, dan menyebabkan kompresi yang tidak efektif.
CPR adalah tindakan pertolongan pertama, sangat praktis dalam kehidupan sehari-hari, dan disarankan agar operator dilatih sebelum melakukannya.