Karakteristik batuk rejan pada orang dewasa meliputi adanya 3 fase, yaitu fase kala, fase batuk spasmodik, dan fase intermiten. Pertusis adalah penyakit pernapasan menular yang paling sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun, tetapi juga pada beberapa orang dewasa. Gambaran klinisnya meliputi tiga fase, yaitu fase kala, fase batuk spasmodik, dan fase intermiten. Fase kala biasanya terjadi sekitar 1 hingga 2 minggu setelah timbulnya penyakit dan mirip dengan gejala pilek, yang dapat berupa demam, pilek, dan batuk ringan. Kemudian fase batuk spasmodik, tahap ini batuk menjadi lebih intens, biasanya batuk spasmodik paroksismal, beberapa pasien mungkin juga batuk hingga menyebabkan inkontinensia urin. Pada fase intermiten, frekuensi dan tingkat keparahan batuk umumnya menurun, tetapi infeksi sekunder dapat terjadi selama fase intermiten. Orang dewasa dengan batuk rejan juga harus dirawat di rumah sakit.