Perbedaan antara skizofrenia dan depresi

Perbedaan antara skizofrenia dan depresi terutama dalam bidang-bidang berikut ini: 1. Manifestasi klinis: skizofrenia dibagi menjadi skizofrenia dengan gejala yang dominan positif dan skizofrenia dengan gejala yang dominan negatif. Pasien dengan skizofrenia dengan gejala yang dominan positif menunjukkan sensitivitas, paranoia, bicara sendiri, perilaku aneh, mengoceh, berlarian, perilaku impulsif, halusinasi, delusi, dll. Pasien dengan skizofrenia dengan gejala negatif yang dominan terutama menunjukkan ketidakpedulian emosional, penarikan diri dari perilaku, pemikiran yang miskin, berkurangnya kemampuan berbicara, dan isolasi. Pasien dengan depresi terutama hadir dengan suasana hati yang tertekan, kelesuan, penurunan minat, lebih buruk daripada kematian, perasaan rendah diri, dll.; 2. Tingkat keparahan penyakit: pasien dengan skizofrenia lebih berat daripada depresi dalam kategori diagnostik gangguan kejiwaan dan psikologis; 3. Karakteristik kursus: pasien dengan skizofrenia memiliki onset yang lambat dan kursus yang persisten. Pasien dengan depresi bersifat intermiten dan akan sembuh dengan sendirinya pada tahap tertentu dari penyakitnya, tetapi juga akan kambuh tidak lama setelahnya; 4. Prognosis: Pasien dengan skizofrenia memiliki prognosis yang relatif buruk, sedangkan mereka yang mengalami depresi memiliki prognosis yang relatif baik.