Kesehatan dan Penyakit Mental

Psikolog: Para psikolog telah mengajukan banyak kriteria untuk menentukan kesehatan mental, dan sebagian besar negara di dunia telah mengembangkan kriteria kesehatan mental berdasarkan doktrin humanis Maslow. Menurut doktrin Maslow, ada tiga aspek utama dalam menentukan apakah seseorang sehat secara mental atau tidak. Pertama, untuk melihat apakah seseorang sehat secara mental, yaitu apakah kecerdasan dan kondisi mentalnya secara keseluruhan stabil dan normal. Kedua, untuk melihat apakah seseorang dapat beradaptasi secara sosial, yaitu apakah seseorang dapat beradaptasi dalam pekerjaan, keluarga, dan hubungan interpersonal. Ketiga, untuk melihat apakah seseorang dapat melakukan penyesuaian diri yang diperlukan. Selain itu, penting untuk memiliki standar relatif dalam menilai apakah seseorang sehat secara psikologis atau tidak. Sebagai contoh, di Barat pada Abad Pertengahan, homoseksualitas dipandang sebagai dosa besar dan dapat dihukum mati, namun saat ini, banyak negara yang mengakui homoseksualitas. Reporter: Jadi, bagaimana penyakit mental dapat dipahami dan dilihat dengan benar? Psikolog: Ambil contoh seorang siswa sekolah menengah yang diejek oleh teman-teman sekelasnya sebagai “tidak normal secara psikologis” karena ia telah melakukan sesuatu yang sedikit berbeda. Ketika dia mendengar hal ini, dia tidak bisa berhenti memikirkannya dan selalu bertanya-tanya apakah dia benar-benar memiliki penyakit mental. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memahami penyakit mental dengan benar. Faktanya, penyakit mental, seperti halnya penyakit fisik, adalah hal yang sering terjadi, jadi penting untuk memiliki “pola pikir normal” saat menghadapi penyakit mental. Jiwa manusia, seperti halnya fisiologi, adalah sistem organik kehidupan manusia dengan mekanisme dan hukumnya yang unik. Ketika terjadi fluktuasi dan kelainan dalam aktivitas mental, manifestasi psikologisnya adalah perubahan suasana hati, yang mengakibatkan lekas marah, tegang, cemas, dan depresi. Tergantung pada durasi dan tingkat kelainan dalam aktivitas mental, penyakit mental bisa beragam dan kompleks. Reporter: Bagaimana Anda memahami keragaman dan kompleksitas penyakit mental? Psikolog: Dalam konseling psikologis, psikolog mengklasifikasikan gangguan psikologis menurut tingkat atau sifatnya sehingga dapat ditangani dengan segera. I. Masalah psikologis Gangguan psikologis baru-baru ini, yang belum menggeneralisasi dan tidak terlalu parah, terutama ditandai dengan beberapa fluktuasi suasana hati dan emosi, tetapi pikiran tetap logis dan kepribadian tetap utuh. Masalah psikologis seperti mengalami flu, dan dapat juga disebut sebagai flu psikologis. Dengan masalah psikologis, penyesuaian yang tepat, atau melalui konseling psikologis, bantuan dapat diperoleh dan pemulihan akan segera terjadi. Kedua, gangguan psikologis Reaksi psikologis yang intens dan terus-menerus, isinya cukup umum, kelainan perilaku psikologis berlangsung dalam jangka waktu yang lebih lama, dan beban psikologis yang sulit diatasi. Gangguan psikologis adalah apa yang sering kita lihat sebagai gangguan kecemasan, depresi, fobia, hipokondria, neurosis, gangguan somatoform, depersonalisasi, hipokondriasis, dll. Ini adalah jenis penyakit mental yang lebih serius. Pasien dengan fenomena mental abnormal yang tidak lazim, seperti kurangnya perhatian, berkurangnya kemauan, penyimpangan dari normalitas dalam evaluasi diri, perubahan dalam interaksi sosial dan kepribadian, dll. Banyak orang yang tidak jelas tentang konsep penyakit mental ketika mereka membicarakannya, dan sering kali menyebut beberapa masalah psikologis emosional sebagai penyakit mental juga. Yang dimaksud dengan penyakit mental saat ini adalah penyakit mental yang parah, biasanya skizofrenia, di mana integritas, koordinasi, dan kesatuan aktivitas mental pasien terganggu, perilaku mereka secara serius memengaruhi kehidupan sehari-hari, studi, dan interaksi, serta kepribadian mereka berubah secara signifikan. Proses dari masalah psikologis menjadi gangguan psikologis merupakan suatu kejengkelan yang bertahap, dan deteksi dini dan tepat waktu terhadap masalah psikologis dapat mencegah perubahan menjadi gangguan psikologis. Kondisi batas antara penyakit mental dan gangguan psikologis harus ditangani di rumah sakit spesialis atau oleh psikolog dan psikiater. Perlu dicatat bahwa beberapa orang memiliki prasangka yang serius terhadap orang dengan penyakit mental, dan prasangka itu lebih kejam daripada kerusakan yang disebabkan oleh penyakit mental.