Skrining sindrom Down juga dikenal sebagai risiko tinggi atau kritis. Berikut ini adalah alasan utama untuk tidak lulus tes skrining: 1. Usia wanita hamil adalah salah satu alasan utama untuk tidak lulus tes skrining. Semakin tua usia wanita hamil, semakin buruk fungsi saluran indung telur dan kualitas folikel menurun. Hal ini meningkatkan kemungkinan kegagalan tes setelah kehamilan. Secara umum, jika Anda berusia di atas 35 tahun, tidak terlalu berarti untuk melakukan skrining sindrom Down dan lebih baik melakukan tes DNA secara langsung. Kedua, ketika seorang wanita hamil menjalani skrining sindrom Down, usia, berat badan, dan minggu kehamilan yang diberikan tidak sama persis dengan yang sebenarnya, sehingga hasil skrining sindrom Down menjadi tidak akurat. Ketiga, kesehatan ibu hamil tidak dalam kondisi yang baik pada saat skrining sindrom Down, misalnya ibu hamil sedang pilek, yang akan mempengaruhi keakuratan hasil tes.