Ruptur tendon adalah terputusnya kontinuitas tendon, dan tendonitis adalah kondisi peradangan steril yang disebabkan oleh ketegangan kronis jangka panjang. Perbedaannya terletak pada penyebab, gejala, dan komplikasi yang berbeda. 1. Penyebab yang berbeda: pecahnya tendon sering kali disebabkan oleh trauma, seperti jatuh, tegang, dan alasan lain, yang mengakibatkan pecahnya tendon, tetapi juga dapat disebabkan oleh penggunaan tendon dalam jangka panjang, yang mengakibatkan keausan yang parah pada tendon, dan pada akhirnya pecah. Tendonitis, di sisi lain, adalah peradangan aseptik yang disebabkan oleh ketegangan kronis jangka panjang seperti penggunaan otot dan tendon yang berlebihan. 2. Gejalanya berbeda: gejala pecahnya tendon terutama dimanifestasikan sebagai rasa sakit yang jelas, pembengkakan lokal, hilangnya fungsi di lokasi pecahnya tendon, dan keterbatasan aktivitas yang parah. Tendonitis terutama dimanifestasikan sebagai nyeri, nyeri tekan, disfungsi motorik, dan reaksi inflamasi di lokasi lesi. 3. Komplikasi yang berbeda: pada ruptur tendon, komplikasi seperti kekakuan sendi dan perlengketan dapat terjadi. Jika tidak ada latihan yang tepat waktu, maka akan menyebabkan sendi berada dalam kondisi yang lama, sirkulasi darah lokal menjadi buruk, sendi menjadi kaku, dan eksudat akan menyebabkan perlekatan jaringan. Pada tendonitis, komplikasi seperti atrofi otot dan stenosis selubung tendon dapat terjadi. Tendonitis menyebabkan nyeri, bengkak dan mati rasa di daerah yang terkena, mengakibatkan disfungsi gerakan sendi anggota tubuh yang terkena dan berkurangnya aktivitas otot, yang menyebabkan atrofi otot. Jika terjadi ketidaknyamanan tendon yang terkait, dianjurkan untuk segera mencari pertolongan medis dan perawatan seperti yang ditentukan oleh dokter Anda.