Epilepsi adalah penyakit kronis di mana pelepasan neuron abnormal yang tiba-tiba di otak menyebabkan disfungsi otak sementara. Manifestasi klinis kejang epilepsi sangat kompleks dan bervariasi, dan dapat mencakup kejang motorik, sensorik, otonom, kesadaran dan gangguan kejiwaan karena lokasi dan cara penularan pelepasan abnormal. Penyebab epilepsi beragam. Dengan pengobatan obat anti-epilepsi secara teratur, sekitar 70% pasien epilepsi dapat mengendalikan kejang mereka, dan 50% hingga 60% dari mereka dapat disembuhkan setelah 2-5 tahun pengobatan, dan pasien dapat bekerja dan hidup seperti biasa. Menurut data epidemiologi terbaru di Tiongkok, prevalensi epilepsi secara keseluruhan di Tiongkok adalah 7,0‰, dengan insiden tahunan 28,8/100.000 dan prevalensi 4,6‰ untuk epilepsi aktif dengan kejang dalam satu tahun. Diperkirakan ada sekitar 9 juta penderita epilepsi di Tiongkok, di mana 5-6 juta di antaranya adalah penderita epilepsi aktif, sementara sekitar 400.000 penderita epilepsi baru bertambah setiap tahun. Epilepsi telah menjadi penyakit kedua yang paling umum dalam neurologi di Tiongkok setelah sakit kepala. Penyebab utama epilepsi adalah sebagai berikut: 1. Genetik; 2. Trauma kranioserebral; 3. Tumor otak; 4. Pembedahan kranioserebral; 5. Infeksi intrakranial; 6. Penyakit serebrovaskular; 7. Cedera prenatal dan perinatal; 8. Gangguan metabolik; 9. Keracunan; 10. Hipoksia; 11. Gangguan kongenital; 12. Gangguan genetik; 13. Gangguan demielinasi. Klasifikasi kejang Skema klasifikasi yang umum digunakan untuk kejang adalah yang diusulkan oleh International League Against Epilepsy pada tahun 1981. Pada tahun 2010, Liga Internasional Melawan Epilepsi mengusulkan skema klasifikasi kejang yang diperbarui, yang mengklasifikasikan ulang dan melengkapi kejang. Skema baru ini lebih komprehensif dan lengkap, meskipun merangkum kemajuan terbaru dalam penelitian epileptologi.