Apa yang harus dilakukan oleh lansia jika mereka tidak makan dan mengalami diare?

Lansia yang tidak makan dan mengalami diare mungkin memiliki pola makan yang tidak tepat dan harus menyesuaikan pola makan mereka; mereka juga mungkin menderita gastroenteritis akut, tumor usus, dan penyakit lainnya. Gastroenteritis akut dapat diobati dengan levofloksasin dan anti infeksi lainnya; tumor usus harus diobati dengan pembedahan, kemoterapi, atau radioterapi. 1. Pola makan yang tidak tepat: Lansia memiliki fungsi usus yang buruk, jika mereka mengkonsumsi makanan dingin dan mengiritasi, hal itu dapat menyebabkan diare, nafsu makan yang buruk dan tidak makan. Pola makan harus disesuaikan dengan mengkonsumsi makanan yang hangat dan mudah dicerna, seperti bubur millet, bubur labu, mie lunak, dan hindari makanan yang dingin dan mengiritasi. 2. Gastroenteritis akut: sering kali disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, menyebabkan mukosa saluran pencernaan tersumbat, bengkak, mengakibatkan diare, tidak mau makan, selain itu juga sakit perut, demam dan gejala lainnya. Levofloxacin, ceftriaxone dapat digunakan untuk melawan infeksi, dan perhatian harus diberikan pada penggantian cairan untuk mencegah dan mengendalikan gangguan keseimbangan elektrolit air. 3. Tumor usus: pada lansia juga dapat terjadi tumor usus, seperti kanker usus besar, kanker dubur, yang sering kali memiliki gejala seperti perubahan sifat feses, kebiasaan buang air besar, nafsu makan yang buruk, penurunan berat badan, anemia, dan lain sebagainya, dan dapat bermanifestasi seperti tidak mau makan dan diare. Pengobatannya harus dengan pembedahan, kemoterapi atau radioterapi. Setelah menyingkirkan alasan fisiologis, lansia harus berkonsultasi dengan rumah sakit tepat waktu untuk mengetahui alasannya dan mengikuti petunjuk dokter untuk mendapatkan pengobatan standar.