Pemeriksaan hati dapat dilakukan dengan USG abdomen, CT, tes darah untuk fungsi hati, penanda tumor, dan sebagainya.
1. USG perut: USG perut adalah metode skrining yang umum digunakan untuk memeriksa penyakit hati, yang dapat mengamati morfologi dan ukuran hati, serta ada atau tidaknya kelainan seperti penumpukan ruang, batu, dan hipertensi portal.
2. CT abdomen: CT abdomen lebih detail dan sensitif dalam mengamati perubahan morfologi hati, dan tingkat positif dengan diameter 1cm bisa lebih dari 80%, dan juga dapat menentukan ada tidaknya pembesaran kelenjar getah bening perut, yang dapat menjadi dasar untuk pengobatan lanjutan.
3. Tes fungsi hati: tes fungsi hati adalah sekelompok tes, termasuk albumin, aminotransferase, bilirubin, glukosa darah, lipid darah, dll., yang dapat menilai fungsi anabolik hati secara komprehensif.
4. Penanda tumor: alfa-fetoprotein adalah penanda tumor yang relatif spesifik untuk karsinoma hepatoseluler primer, dengan tingkat positif sekitar 70%, yang dapat membantu menentukan apakah ada kanker hati.
Selain tes-tes di atas, tes yang berhubungan dengan hati meliputi MRI perut, biopsi tusukan, fungsi koagulasi, tes yang berhubungan dengan virus hepatitis, dll. Disarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter profesional sesuai dengan kondisinya untuk memilih tes yang sesuai.