Apa yang harus dilakukan ketika bayi kentut sepanjang waktu tetapi tidak buang air besar?

Bayi yang selalu kentut tetapi tidak buang air besar mungkin terkait dengan pola makan, gangguan pencernaan, kelainan bentuk usus bawaan, dll. Orang tua disarankan untuk mengatur pola makan bayi, menggunakan obat untuk memperbaiki kondisi tersebut, dan melakukan pembedahan bila perlu.
1. Pola makan: Bayi yang disusui dengan ASI tetapi tidak buang air besar sepanjang waktu dapat disebabkan oleh struktur pola makan ibu yang tidak rasional; bayi yang diberi susu formula yang kentut tetapi tidak buang air besar sepanjang waktu dapat dikaitkan dengan pemberian air yang lebih sedikit. Disarankan agar para ibu dapat menyesuaikan pola makan mereka, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar, dan memberikan lebih banyak air kepada bayi mereka untuk meningkatkan pergerakan usus.
2. Gangguan pencernaan: bayi selalu kentut tetapi tidak buang air besar mungkin juga terkait dengan gangguan pencernaan, orang tua memberi bayi terlalu banyak makanan pendamping ASI atau terlalu banyak susu, kemampuan pencernaan pencernaan bayi relatif lemah, tidak dapat mencerna semua makanan dengan mudah yang disebabkan oleh gangguan pencernaan, disarankan agar orang tua dapat memijat daerah perut bayi, memberi bayi beberapa bifidobacteria, lactobacillus acidophilus dan probiotik lainnya untuk meningkatkan.
3. Malformasi usus bawaan: bayi selalu kentut tetapi tidak buang air besar juga dapat menderita malformasi usus bawaan, orang tua biasanya mempersiapkan lebih banyak agar bayi mudah mencerna, menyerap makanan, mendorong bayi untuk berolahraga. Jika kondisi bayi lebih serius, seperti muntah yang parah dan gejala lainnya, Anda dapat mempertimbangkan agar bayi menjalani operasi untuk memperbaiki kelainan usus bawaan.
Orang tua yang mendapati bayinya selalu kentut tetapi tidak buang air besar dapat mengamati dan memperbaiki gaya hidup terlebih dahulu. Jika kondisinya lebih serius, Anda dapat membawa bayi Anda ke rumah sakit biasa dan mengikuti instruksi dokter. Obat-obatan di atas harus digunakan sesuai dengan resep dokter.