Apa yang terjadi bila anak mengalami sleep apnea?

Anak-anak adalah buah hati orang tua, dan apakah mereka dapat tumbuh dengan sehat atau tidak adalah hal terpenting yang dikhawatirkan oleh orang tua. Jika seorang anak mengalami sleep apnea, maka orang tua akan cemas dan ingin tahu apakah sleep apnea adalah penyakit yang serius. Hari ini kita akan mengetahui apa yang terjadi ketika seorang anak mengalami sleep apnea. Apnea tidur adalah kondisi yang berpotensi serius. Gejala sleep apnea termasuk mendengkur, ketidakmampuan untuk tidur telentang, dan pertumbuhan yang lambat. Selain gejala umum mendengkur, tidur gelisah, dan bersiul dengan mulut terbuka, anak-anak dengan sleep apnea juga mengalami mengompol, berkeringat di malam hari, postur tidur yang tidak normal, dan infeksi saluran pernafasan yang berulang. Sebagian besar anak dengan sleep apnea memiliki gejala yang ringan, namun sleep apnea dapat menyebabkan masalah pada pertumbuhan, pembelajaran, dan perilaku. Pada kasus yang parah, dapat menyebabkan masalah jantung dan paru-paru serta tekanan darah tinggi. Hal ini sangat merugikan bagi perkembangan kesehatan anak. Orang tua yang cemas bukanlah solusi ketika anak mereka mengalami henti napas saat tidur, jadi bawalah anak Anda ke rumah sakit sesegera mungkin untuk mengetahui penyebabnya. Ada tiga jenis sleep apnea: 1. Sleep apnea obstruktif, yang disebabkan oleh obstruksi; 2. Sleep apnea sentral, di mana tidak ada obstruksi tetapi otak gagal memberi sinyal kepada otot untuk bersiul; dan 3. Sleep apnea campuran, yang merupakan kombinasi dari keduanya. Dari semua ini, apnea tidur obstruktif adalah apnea tidur yang paling umum, dan ini bukan hanya penyakit pada sistem pernapasan, tetapi juga melibatkan banyak organ, sistem, dan disiplin ilmu. Untuk mencegah komplikasi apnea tidur obstruktif yang serius, apnea tidur obstruktif harus dideteksi dan diobati secara dini tanpa penundaan.