Pertama, beberapa tes yang diperlukan harus dilakukan untuk mengklarifikasi jinak tidaknya nodul sedini mungkin. Nodul yang ganas harus segera dioperasi. Sebagian besar nodul jinak harus ditinjau secara teratur. Karena hasil USG dapat dipengaruhi oleh dokter dan peralatan yang digunakan, maka sebaiknya Anda menggunakan dokter USG yang sama pada setiap pemeriksaan dan menyimpan hasil pemeriksaan sebelumnya sebagai perbandingan. Dalam beberapa kasus, pembedahan dan pengobatan yodium radioaktif dapat menjadi pilihan untuk nodul jinak, seperti nodul yang secara jelas menekan organ di sekitarnya dan menyebabkan ketidaknyamanan, atau nodul yang secara medis dikenal sebagai ‘adenoma tiroid’ yang memengaruhi fungsi normal kelenjar tiroid. Beberapa orang tidak memerlukan pengobatan khusus untuk nodul jinak, tetapi mereka selalu merasa tidak nyaman dengan ‘benda kecil’ di leher mereka dan sering bertanya apakah ada obat yang dapat membuat nodul mengecil atau menghilang. Obat utama yang saat ini digunakan untuk mengobati nodul tiroid adalah levotiroksin (misalnya Eugenol), tetapi obat ini tidak terlalu efektif. Selain itu, karena dosisnya relatif tinggi, obat ini dapat menyebabkan hipertiroidisme subklinis, yang menyebabkan ketidaknyamanan seperti nyeri ulu hati, sesak dada, dan insomnia. Wanita pasca-menopause juga rentan terhadap osteoporosis jika mereka menggunakan obat ini untuk waktu yang lama. Secara umum, dokter umumnya tidak merekomendasikan pengobatan untuk pasien.