Kembung yang terus-menerus pada gastritis atrofi terutama berkaitan dengan disfungsi saluran cerna, berkurangnya pencernaan dan penyerapan, serta gerak peristaltik saluran cerna yang lambat. 1. Gastritis atrofi adalah penyakit lambung dengan atrofi kelenjar intrinsik pada mukosa lambung, disertai hiperplasia epitel usus. Gejala khasnya adalah nyeri epigastrium, distensi abdomen, ketidaknyamanan abdomen, nyeri yang samar-samar, nyeri seperti terbakar, dan sebagainya. Etiologi tidak diketahui, terutama terkait dengan infeksi Helicobacter pylori, refluks empedu, dan faktor lainnya. 2. Kembung mengacu pada perasaan subyektif pembengkakan atau distensi perut, yang juga dapat merujuk pada perasaan pengisian gas atau pengisian rongga perut, yang dapat menyebabkan peningkatan ketegangan dinding perut atau tekanan perut, yang sering disertai dengan peningkatan lingkar perut dan distensi perut. Jika respons inflamasi gastritis atrofi melibatkan tubuh lambung, hal ini dapat menyebabkan penurunan atau ketiadaan sekresi asam lambung, yang selanjutnya menyebabkan makanan tidak dapat dicerna dengan baik, sehingga menimbulkan rasa kembung. Jika gastritis atrofi terdiagnosis, maka harus ditangani di bawah bimbingan dokter. Beristirahatlah pada hari kerja, lakukan diet yang wajar, hentikan merokok dan minum alkohol, dan lakukan rutinitas yang teratur.