Siapa yang tidak boleh memakai keratokonus?

Keratoplasti adalah lensa kontak permeabel gas kaku yang dirancang khusus yang umumnya digunakan untuk mengoreksi miopi rendah hingga sedang. Orang dengan miopi tinggi, penyakit mata, peradangan dan trauma, penyakit sistemik yang menurunkan daya tahan tubuh, serta orang yang alergi terhadap larutan perawatan kacamata tidak boleh menggunakan lensa Keratoplasty.
1. Miopia tinggi: Karena miopia tinggi membutuhkan daya pembentukan yang besar, risiko memakai lensa keratoplasti juga tinggi. Jika derajat miopia lebih dari 600 derajat atau derajat silindris lebih dari 200 derajat, efek pemakaian lensa keratoplasti tidak akan terlalu efektif, sehingga pasien yang sangat rabun tidak boleh memakai lensa keratoplasti.
2. Penyakit mata, peradangan dan trauma: Lensa keratoplasti dikenakan pada kornea, ketika ada penyakit mata, peradangan dan trauma, memakai lensa keratoplasti dapat memperburuk kondisi tersebut, sehingga pasien yang menderita penyakit mata, peradangan dan trauma tidak boleh memakai lensa keratoplasti.
3. Penyakit sistemik dengan daya tahan tubuh rendah: Jika Anda menderita konjungtivitis menular, nefritis, gagal ginjal, TBC, dan penyakit sistemik lainnya yang menyebabkan daya tahan tubuh rendah, maka Anda tidak cocok memakai lensa keratoplasti. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh yang rendah dapat menyebabkan pertumbuhan virus, yang dapat memengaruhi permeabilitas udara pada lensa, sehingga memengaruhi kesehatan kornea.
4. Alergi terhadap larutan perawatan kacamata: Karena keratokonus biasanya disimpan dalam larutan perawatan kacamata dan dibilas sebelum digunakan, tetapi pasti ada residu dari larutan perawatan, sehingga mereka yang alergi terhadap larutan perawatan kacamata tidak boleh memakai keratokonus.
Keratoplasti harus dilakukan di bawah bimbingan ahli medis untuk menghindari konsekuensi yang merugikan.