Apa yang dimaksud dengan penyakit Parkinson? Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis umum yang mempengaruhi sedikit lebih banyak pria daripada wanita. Terdapat sekelompok sel saraf yang disebut neuron substantia nigra di daerah otak tengah otak manusia, yang mengatur fungsi motorik otak dengan mensintesis neurotransmitter yang disebut dopamin. Ketika lebih dari 80 persen neuron nigrostriatal ini mengalami degenerasi dan mati, maka muncullah gejala-gejala penyakit Parkinson. Penyakit Parkinson terutama dikaitkan dengan penuaan, genetika dan faktor lingkungan. Di antara faktor lingkungan, penyakit Parkinson terkait dengan kombinasi polusi industri dan pertanian, polusi dekorasi dalam ruangan, radiasi ponsel dan komputer, dll. 20% pasien dipengaruhi oleh polusi lingkungan atau racun kimia. Pasien penyakit Parkinson yang ditemui secara klinis di bawah usia 50 tahun semakin meningkat, pasien muda berusia 30-an tahun juga sering ditemukan, dan bahkan ada juga pasien berusia belasan tahun. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui sinyal dari tubuh pada waktunya. Informasi terbaru menunjukkan bahwa di Cina, sekitar 1,7% orang berusia di atas 65 tahun menderita penyakit Parkinson, dan hampir 100.000 kasus baru setiap tahun, dan para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia telah memperkirakan bahwa di Cina, pada tahun 2030 atau lebih, jumlah orang yang menderita penyakit Parkinson akan mencapai 5 juta. Orang seperti apa yang rentan terhadap Parkinson? Pertama, orang yang banyak menggunakan otak, survei menemukan bahwa orang yang banyak menggunakan otak memiliki insiden penyakit Parkinson yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang sedikit menggunakan otak; kedua, orang dengan suasana hati yang buruk, yang biasanya cemas dan tertekan, memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena penyakit Parkinson. Sekitar 40 persen pasien Parkinson mengalami depresi sebelum terkena penyakit ini, dan 30 persen memiliki gangguan emosional berupa kecemasan. Apa saja gejala Parkinson? Sebagian besar pasien yang berobat ke klinik baru menyadari bahwa mereka mungkin menderita penyakit Parkinson ketika mereka diperiksa setiap hari, atau ketika gejalanya sangat parah sehingga memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka. Namun, penyakit Parkinson akan menunjukkan beberapa “tanda” sebelum timbulnya penyakit ini, dan akan sangat bermanfaat untuk memahami pengetahuan umum ini untuk memfasilitasi diagnosis dini dan pengobatan penyakit Parkinson. Menghitung uang kertas Jari menekuk, gemetar, seperti menghitung uang kertas atau menggosok pil, akan hilang setelah mengubah postur tubuh, dan akan diperparah oleh kegugupan, “tremor stasioner” semacam ini adalah manifestasi awal penyakit Parkinson. “Tremor saat istirahat” ini adalah manifestasi paling awal dari penyakit Parkinson. Jika Anda mengalami tremor jari yang tidak disengaja sesekali, Anda harus waspada terhadap sinyal-sinyal penyakit Parkinson. Kata-kata yang lebih kecil Gejala awal penyakit Parkinson pada orang lanjut usia lebih sering ditandai dengan “kekakuan”, jadi berhati-hatilah jika tulisan Anda semakin kecil dan berdekatan. Sering mengalami insomnia Insomnia adalah kondisi yang umum terjadi, tetapi jika Anda sering membolak-balikkan badan, menendang-nendang kaki dan mengayunkan lengan tanpa sadar di tempat tidur, atau bahkan terjatuh di bawah tempat tidur, itu bukan sekadar insomnia. Gerakan lambat Ketika Anda bertambah tua, tidak dapat dihindari bahwa gerakan Anda akan melambat. Namun, penyakit Parkinson akan membuat pasien selalu kaku, gerakan lambat, sendi bengkok, dan bungkuk, dan tetap tidak ada perbaikan setelah tidur malam. Wajah bertopeng Ketika otot-otot wajah menjadi tegang, perubahan ekspresi pasien tidak lagi kaya, bahkan ketika mendengarkan lelucon. Ketika jumlah kedipan berkurang, mata sering terasa kering, yang mungkin juga merupakan tanda penyakit Parkinson. Sembilan langkah untuk mengukur “indeks Parkinson” Anda Bagaimana cara mengobati penyakit Parkinson? Pertama, konseling psikologis Sekitar 35% hingga 45% pasien penyakit Parkinson menderita depresi. Konseling dari teman dan kerabat serta perawatan psikiater merupakan dukungan penting untuk mengatasi penyakit ini. Kedua, pengobatan dengan obat Ketika gejala penyakit Parkinson muncul, dopamin dalam otak pasien sering kali telah berkurang setengahnya. Beberapa obat dapat mengisi kembali dopamin secara eksogen, sementara obat lain dapat meningkatkan aktivitas saraf dopamin, serta memperbaiki gejala dengan melindungi neuron dan mencegah pengurangan dopamin. Ketiga, perawatan bedah Melalui teknologi stereotaktik otak, dua lubang kecil dibor di bagian atas kepala, dan alat pacu jantung otak ditanamkan ke bagian kepala tertentu untuk menghambat aktivitas listrik abnormal neuron, yang juga dapat secara efektif memperbaiki gejala penyakit Parkinson. Keempat, pelatihan rehabilitasi Banyak pasien yang takut jatuh dan tidak berani berolahraga dan terapi rehabilitasi, padahal itu tidak benar. Rehabilitasi dapat meningkatkan koordinasi dan keseimbangan pasien, mengikuti latihan aerobik tidak hanya dapat menjaga kekuatan otot dan kepekaan saraf, tetapi juga dapat mencegah dan meredakan sembelit, insomnia, dan komplikasi lainnya. Kelima, perawatan yang cermat Dari lampu di ruang tamu hingga pagar pembatas di samping tempat tidur, dari celana panjang dengan karet gelang hingga sepatu dengan pengencang anti sobek yang mudah dipasang dan dilepas, dari ketinggian tempat duduk hingga botol air olahraga yang tersedia, dari keset anti selip di kamar mandi hingga pengaturan suhu air, setiap detail dalam perawatan dan keperawatan pasien Parkinson merupakan dasar untuk memastikan kualitas hidup mereka.