Rematik biasanya mengacu pada penyakit sistem kekebalan tubuh rematik, seperti lupus eritematosus sistemik, artritis reumatoid, dll.; pemeriksaan fisik, tes laboratorium, dan tes pencitraan biasanya diperlukan untuk membuat diagnosis yang jelas. 1. Pemeriksaan fisik: Penyakit sistem kekebalan tubuh rematik dapat memengaruhi berbagai sistem dan organ di seluruh tubuh, sehingga pemeriksaan fisik terhadap tekanan darah, denyut nadi, kulit, otot, persendian, jantung, dan lain-lain biasanya dilakukan. Misalnya, apakah ada edema pada tungkai bawah, apakah ada aritmia pada jantung, apakah ada atrofi atau nyeri tekan pada otot, dan sebagainya. 2. Tes laboratorium: Ada banyak tes laboratorium, termasuk tes darah rutin, tes urin rutin, fungsi hati dan ginjal, anti-autoantibodi, tes antigen leukosit manusia, fungsi kekebalan humoral, sedimentasi darah, protein C-reaktif, dan sebagainya. Tes-tes ini dapat mencerminkan tingkat keparahan penyakit sampai batas tertentu. 3. Pemeriksaan pencitraan: pemeriksaan pencitraan terutama mencakup pemeriksaan sinar-X bersama, pemeriksaan CT, MRI, ultrasonografi, angiografi, dan sebagainya. Pemeriksaan-pemeriksaan ini lebih terarah dan dapat dengan jelas mencerminkan kondisi jaringan dan organ tubuh setempat. Penyakit sistem kekebalan tubuh rematik dapat melibatkan pembuluh darah, jantung, ginjal, dan organ lain dalam kasus yang serius, sehingga disarankan agar pasien mencari perawatan medis tepat waktu dan mengikuti petunjuk dokter untuk diagnosis dan pengobatan standar.