Kejang yang sering terjadi pada pasien epilepsi dapat mempengaruhi kecerdasan mereka, sehingga mereka perlu mendapatkan perawatan ilmiah sesegera mungkin setelah menderita epilepsi.
Ketika pasien epilepsi menderita kejang, arus listrik yang tidak normal akan dihasilkan di otak, yang akan menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel otak pasien. Jika kejang epilepsi sering terjadi, struktur otak pasien dapat menjadi tidak normal, yang akan berdampak besar pada fungsi kognitif pasien, dan pasien dapat menderita disfungsi dalam pemahaman, memori, dan orientasi.
Penting untuk melarang asupan kopi, teh, dan minuman lain yang dapat menyebabkan rangsangan saraf, yang dapat merangsang kejang dan mempengaruhi kesehatan pasien. Karena epilepsi dapat menyerang kapan saja, usahakan untuk tidak meninggalkan pasien sendirian, untuk menghindari penyumbatan pernapasan dan patah tulang yang disebabkan oleh kurangnya perawatan di sekitar pasien selama kejang.