Aldosteronisme primer adalah penyebab umum hipertensi sekunder, dan manifestasi klinis utamanya adalah hipertensi dengan hipokalemia. Aldosteron ditemukan pada tahun 1953, dan fungsi utamanya adalah mengatur sel tubulus ginjal, menahan natrium dan air dalam tubuh dan mengeluarkan ion kalium. Retensi natrium dan air yang lebih tinggi di dalam tubuh disebut retensi natrium, yaitu tubuh dalam keadaan edema, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu, aldosteronisme primer dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, dan gejala hipokalaemia seperti kelumpuhan dan kelelahan juga dapat terjadi.