Rehabilitasi tidak hanya menjadi tanggung jawab praktisi rehabilitasi, terapis dan perawat, tetapi juga membutuhkan pengertian, dukungan dan kerja sama dari keluarga dalam proses perawatan rehabilitasi sehingga kita dapat mencapai hasil dua kali lipat dengan setengah usaha. Pasien harus berperan aktif dalam proses rehabilitasi, tetapi tidak boleh terlalu sabar. Ketika pasien tidak dapat merawat dirinya sendiri, keluarga pasien dapat membantu, jika diperlukan, tetapi harus diingat bahwa bantuan bukanlah pengganti dan pasien harus tetap berpartisipasi aktif dalam proses rehabilitasi. Berikut ini adalah beberapa prinsip umum yang dapat dijadikan acuan: 1. Pahami kemampuan dan keterbatasan fungsional pasien stroke; 2. Hindari menarik tangan dan bahu pasien yang terkena stroke, yang dapat dengan mudah menyebabkan subluksasi bahu; 3. Secara aktif memberikan pencerahan, menghibur dan mendorong pasien untuk mengatasi kecemasan dan depresi. Depresi dan ketidakstabilan emosi sering terjadi pada pasien stroke dan merupakan reaksi normal terhadap hilangnya fungsi kehidupan tertentu. Namun, untuk membuat jalan menuju pemulihan selancar mungkin, yang paling penting adalah membangun pandangan hidup dan perilaku yang positif. Bantu pasien untuk mengadopsi postur berbaring, duduk dan berdiri yang baik; 7. Mudah bagi pasien untuk melupakan sisi yang sakit, karena itu akan sangat membantu untuk berbicara dengan pasien dari sisi yang sakit atau mengizinkan pasien untuk menyentuh sisi tubuh yang sakit. Bagaimana cara merehabilitasi di rumah setelah keluar dari rumah sakit dan bagaimana cara mencegah kekambuhan? Faktor risiko stroke telah diidentifikasi sebagai: hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hiperlipidemia, merokok, stenosis arteri karotis, penyakit sel sabit, dan homosisteinemia. Konsumsi alkohol yang berlebihan dan kurang berolahraga juga dapat meningkatkan kemungkinan stroke. Untuk mencegah kambuhnya stroke, intervensi utama ditujukan pada faktor risiko di atas. 1. Pengobatan hipertensi dan diabetes serta pencegahan sekunder jangka panjang penyakit serebrovaskular; 2. Berhenti merokok: karena merokok sangat meningkatkan risiko stroke, tidak ada kata terlambat untuk berhenti, tidak peduli sudah berapa tahun Anda merokok. 3. Perawatan diet: batasi asupan lemak dan kolesterol serta makan lebih banyak buah dan sayuran. 4 . Memperkuat latihan fisik: latihan fisik dapat menurunkan berat badan Anda dan mengurangi kejadian tekanan darah tinggi dan diabetes. 5 .Mempertahankan kondisi mental yang baik dan secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang relevan di masyarakat. 6. Modifikasi lingkungan rumah: misalnya pemasangan pegangan tangan di toilet dan kamar mandi, penggunaan peralatan bantu hidup.