Epilepsi, umumnya dikenal sebagai “tanduk kambing” atau “epilepsi domba”, adalah suatu kondisi kronis di mana pelepasan neuron yang tidak normal secara tiba-tiba di otak menyebabkan disfungsi otak sementara. Mengapa EEG penting dilakukan untuk pasien epilepsi? Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa orang dengan epilepsi harus menjalani EEG: Mengapa orang dengan epilepsi harus menjalani EEG? Karena epilepsi adalah kelainan pada aktivitas listrik otak, yang tidak dapat dikonfirmasi secara langsung dengan CT, MRI dan metode laboratorium lainnya, maka hanya EEG yang dapat mendeteksi pelepasan listrik otak yang tidak normal untuk menentukan apakah itu epilepsi atau jenis epilepsi. Inilah sebabnya mengapa EEG merupakan tes laboratorium yang paling penting dalam diagnosis epilepsi. Apakah EEG berbahaya bagi tubuh? EEG adalah teknik non-invasif yang merekam aktivitas bioelektrik dari sel-sel otak melalui elektroda yang dipasang pada kulit kepala, tanpa stimulasi listrik pada pasien. Tidak ada ketidaknyamanan yang berarti bagi pasien selama tes. Seorang anak dengan epilepsi akan menjalani EEG berkali-kali dalam hidupnya, tetapi berapa kali pun itu dilakukan, tidak berbahaya. Mengapa pemantauan EEG jarak jauh diperlukan? Serangan epilepsi sangat acak. EEG konvensional hanya dapat merekam selama 20-30 menit dan sering kali mengalami kesulitan dalam menangkap pelepasan abnormal. EEG 24 jam dapat meningkatkan tingkat tes positif secara signifikan. Video EEG (3-4 jam) memiliki tingkat positif yang sama dengan EEG 24 jam dan dapat merekam kejang pasien untuk referensi dokter. Saat ini, tes ini merupakan tes yang paling dapat diandalkan untuk mendiagnosis epilepsi, terutama untuk pasien anak yang sering mengalami kejang atau tidak dapat mentoleransi pemantauan dalam waktu lama. Mengapa kurang tidur diperlukan sebelum melakukan EEG? Kelainan EEG dan kejang berkaitan erat dengan tidur. Pada sebagian besar pasien epilepsi, pelepasan abnormal hanya terjadi selama tidur atau meningkat secara signifikan selama tidur. Untuk memastikan bahwa pasien dapat tidur nyenyak selama tes pemantauan siang hari, pembatasan tidur harus dilakukan pada malam hari sebelum tes. Tidur yang diinduksi oleh obat dapat memengaruhi hasil EEG. Efektif atau tidaknya pemberian kurang tidur secara langsung memengaruhi tingkat EEG positif. Orang tua harus membantu anak mereka yang mengalami kurang tidur seperti yang diresepkan oleh dokter.