Gangguan jaringan ikat tak berdiferensiasi terkadang mudah salah didiagnosis karena penyebab gangguan jaringan ikat tak berdiferensiasi tidak jelas, dan gejala yang muncul umumnya terkait dengan faktor genetik, kelainan sistem kekebalan tubuh, infeksi virus, dan faktor lainnya. Penyakit jaringan ikat tak berdiferensiasi adalah sekelompok penyakit yang memiliki manifestasi klinis dan serologis dari penyakit jaringan ikat tertentu, tetapi tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk penyakit jaringan ikat tertentu. Manifestasi klinis penyakit ini bervariasi dan mungkin termasuk dalam tahap awal penyakit jaringan ikat difus atau tipe tonik, atau mungkin merupakan penyakit yang berdiri sendiri. Penyakit jaringan ikat yang tidak berdiferensiasi pada awalnya dapat muncul dengan gejala non-spesifik seperti malaise, demam ringan, dan pembesaran kelenjar getah bening, sedangkan manifestasi spesifik yang paling sering terjadi adalah artralgia, fenomena Raynaud, dan manifestasi kulit dan mukosa, serta keterlibatan organ vital seperti ginjal dan sistem saraf pusat jarang terjadi. Oleh karena itu, penyakit jaringan ikat yang tidak berdiferensiasi mudah untuk salah didiagnosis secara klinis, dan disarankan agar pasien dengan manifestasi di atas atau mereka yang telah didiagnosis dengan penyakit jaringan ikat harus berkonsultasi dengan Departemen Reumatologi dan Imunologi pada waktu yang tepat.