Tinnitus selama menopause sebagian besar terkait dengan gangguan hormonal dan fluktuasi emosi, dan terutama ditandai dengan kelainan pendengaran, pembengkakan telinga, dan pusing.
1. Kelainan pendengaran: Wanita menopause dengan tinitus mendengar berbagai suara, biasanya digambarkan sebagai jangkrik, dengungan, bunyi klik, suara arteri atau suara lainnya.
2. Telinga bengkak dan tersumbat: Penderita tinnitus menopause sering merasakan telinga bengkak, telinga tersumbat, dan ketidaknyamanan pada telinga.
3. Vertigo: Sebagian besar penderita tinnitus menopause mengalami pusing, mual atau muntah, yang ditandai dengan episode yang berulang. Umumnya, tinitus dapat meningkat secara signifikan sebelum serangan vertigo dan menurun setelah serangan vertigo.
Karena perubahan suasana hati selama menopause, pasien tinnitus juga rentan terhadap depresi dan gejala kejiwaan lainnya. Dengan karakteristik yang serupa, Anda harus mencari perhatian medis tepat waktu, menyelesaikan pemeriksaan yang relevan, mengklarifikasi penyebab penyakit di bawah bimbingan dokter profesional, dan menargetkan pengobatan.