Apakah fibrilasi atrium serius?

Tingkat keparahan fibrilasi atrium tergantung pada seberapa baik kondisi tersebut dikendalikan. Jika kondisinya stabil, tindak lanjut sudah cukup; jika kondisinya tidak terkendali dengan baik, maka kondisinya akan menjadi lebih serius dan dapat menjadi komplikasi yang mengancam jiwa seperti stroke. Jika fibrilasi atrium terkontrol dengan baik, pasien dapat melakukan pemeriksaan rutin; jika fibrilasi atrium tidak terkontrol dengan baik oleh pengobatan, atau bahkan jika obat antikoagulan tidak digunakan dengan cara yang terstandardisasi, maka dapat timbul berbagai gejala atau komplikasi yang dapat membahayakan nyawa dan kesehatan pasien. Fibrilasi atrium, atau fibrilasi atrium, mengacu pada hilangnya aktivitas atrium yang teratur dan teratur, yang digantikan oleh gangguan serius pada aktivitas listrik atrium, yaitu, gelombang atrium yang bergetar dengan cepat dan tidak teratur. Pasien dengan fibrilasi atrium dapat menderita angina pektoris dan gagal jantung kongestif. Sementara itu, risiko komplikasi tromboemboli pada fibrilasi atrium lebih besar, terutama komplikasi tromboemboli otak, yang sering kali dapat membahayakan nyawa pasien dan secara serius mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pasien dengan fibrilasi atrium harus secara aktif terlibat dalam pengobatan komprehensif jangka panjang, dan terapi antikoagulan seperti rivaroxaban harus diterapkan untuk mencegah tromboemboli. Pada saat yang sama, quinidine dan amiodaron dapat digunakan untuk memulihkan dan mempertahankan ritme sinus dan mengontrol laju ventrikel. Penggunaan obat tertentu harus di bawah bimbingan dokter. Jika diagnosis fibrilasi atrium dipastikan, disarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan menjalani perawatan standar sesuai dengan petunjuk dokter.