Rehabilitasi tendonitis Achilles dapat dibagi menjadi dua fase: fase akut dan fase kronis.
1. Tahap akut: tahap akut tendonitis Achilles adalah periode peradangan aktif, rasa sakitnya jelas, harus menghindari olahraga berat, dan beristirahat dengan benar. Fisioterapi ultrasound, peninggian tungkai yang terkena, perekaman dan metode rehabilitasi lainnya dapat dilakukan untuk meningkatkan penyerapan peradangan dan meredakan gejala.
2. Tahap kronis: Pada tahap kronis tendonitis Achilles, pelatihan rehabilitasi olahraga yang tepat dapat dilakukan untuk meningkatkan pemulihan fungsional tungkai bawah. Ini terutama mencakup relaksasi jaringan lunak, latihan kekuatan tungkai bawah, pelatihan stabilitas, pelatihan fungsional dan sebagainya.
(1) Relaksasi jaringan lunak: pijat manipulatif atau penggunaan poros busa dan alat relaksasi lainnya dapat digunakan untuk mengendurkan otot betis dan otot kaki.
(2) Latihan kekuatan tungkai bawah: kelompok otot utama tungkai bawah seperti gluteus, trisep, dll. Dapat dilatih. Jembatan pinggul satu kaki, kaki lurus dan angkat tumit kaki bengkok dapat digunakan.
(3) Pelatihan stabilitas: pelatihan dapat dilakukan pada bidang yang tidak stabil seperti bantal keseimbangan, dari mata terbuka ke mata tertutup, pemeliharaan berdiri satu kaki dan ayunan lengan.
(4) Pelatihan fungsional: terutama untuk pelatihan melompat. Berbagai cara latihan melompat dapat dilakukan, seperti dua kaki, satu kaki, bergantian, dll., sehingga pasien dapat belajar untuk melindungi pendaratan.
Dianjurkan agar pasien dengan tendonitis Achilles harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan melakukan pelatihan rehabilitasi ilmiah di bawah bimbingan yang benar dari dokter dan terapis profesional untuk menghindari konsekuensi yang merugikan.